Kebakaran Hutan Terbaru di Indonesia Timur

19.55
Kebakaran Hutan Papua
Menjelang hitungan terakhir dari bln Oktober 2015, kasus kebakaran hutan yg mencoreng muka Indonesia kepada th 2015 ini kelihatan belum serta mogok. Ribuan titik api baru bertambah tiap harinya, memekatkan jarak pandang sampai cuma kurang lebih 50 m saja. Kayaknya tidak dengan ada periode hujan datang, ribuan titik api pemicu kabut asap tidak akan sanggup padam semua.

Di antara kemelut urusan kebakaran hutan & darurat asap, nyata-nyatanya kasus kebakaran hutan ini telah makin meluas. Seandainya sampai kini fokus alat & pertolongan pemadaman kebakaran hutan cuma berpusat di 6 propinsi yg telah menetapkan darurat asap yaitu Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, & Jambi. Bisa Jadi status darurat asap bakal meluas makin ke timur. Meluasnya kasus kebakaran hutan ini merupakan implikasi dari panjangnya periode kemarau th 2015 ini. Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika, hujan mendatang perlahan merata di Indonesia mulai sejak akhir Nopember 2015 kelak.

Berita terupdate berkaitan kebakaran hutan meluas sampai ke timur Indoenesia dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan. Sejak awal Oktober 2015, jumlahnya titik api sejak mulai terdeteksi di ruang hutan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, sampai Papua.

Tetapi meski kebakaran hutan di wilayah Indonesia Timur tampak terang di satelit pemantau titik api, Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan menanggapinya bersama kalem. Seperti yg dikutip CNN, kabarnya kebakaran hutan yg dilakukan di Indonesia Timur dilakukan bersama sengaja oleh warga lebih kurang.

Contohnya seperti titik api kebakaran hutan yg tampak di Merauke. Penduduk Merauke miliki kebiasaan berburu yg unik. Utk memancing buruan mereka membakar jumlahnya lahan dalam jumlah yg sedikit, pembakaran tersebut berakibat munculnya tunas-tunas baru yg selanjutnya memancing buruan mereka ke luar dari sarang.

Lain lagi bersama titik api yg tampak di seputar Maluku, dijelaskan oleh Kepala Biro Humas Kementerian LHK Eka Widodo Soegiri, penduduk Maluku serta sengaja membakar lahan disaat periode panen tiba.

Sejauh ini, penduduk lokal di wilayah Indonesia Timur seperti Papua & Maluku masihlah mampu mengendalikan lahan yg sengaja dibakar. Intinya, sepanjang pembakaran lahan masih mampu dikontrol, tidak dapat jadi masalah akbarTerlebih apabila lahan yg sengaja dibakar dilakukan oleh warga kira kira tidak dengan ada perusahaan perkebunan akbar yg terlibat, sehingga dijamin kebakaran lahan tidak bakal ada dalam luasan wilayah yg ekstrem, seperti yg sekarang ini sedang berlangsung di hutan & lahan Sumatera-Kalimantan.(cal)

img : beritalingkungan
Previous
Next Post »
0 Komentar