Mungkinkah Kabut Asap Kebakaran Hutan Sebabkan Kematian?

00.09
Kabut Asap Mematikan
Bara api di balik sekam lahan gambut tetap saja terbakar. Usai dipadamkan berkali-kali, api masihlah masih berada di balik tanah. Tipikal kebakaran diatas lahan gambut, & hutan gambut, api bakal tetap membara di bawah tanah sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dampaknya nyata di enam propinsi di Sumatera & Kalimantan. Kabut asap makin pekat, kabut asap tetap mengepung tiap harinya.
Indeks standar pencemaran hawa juga jatuh jauh di atas kadar berbahya. Bahkan 2 sampai kali lipat diatas nilai paling berbahaya. Publik serta berteriak, kesehatan mereka terang terganggu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut membayangi tiap langkah mereka diluar ruang, di antara pekatnya kabut asap.
Ribuan orang terpaksa di rawat di rumah sakit akibat infeksi pernapasan. Bayi & anak-anak ialah golongan yg paling rentan terkena efek jelek dari kabut asap.
Pertanyaannya waktu ini ialah, mungkinkah kabut asap kebakaran hutan sebabkan kematian bagi manusia?
Nyata-nyatanya jawabannya belum bakal dijamin. Pasalnya menurut paparan Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR. Dr. Agus Dwi Susanto, seperti yg dilansir dari page BeritaSatu, sampai thn 2015 ini belum ada penelitian yg mengungkapkan kabut asap kebakaran hutan bisa menyebabkan kematian dengan cara cepat. Jikalau memang lah terbukti ada korban jiwa akibat kabut asap, perihal itu merupakan komplikasi dari proses yg berlanjut & makin bertambah akibat terpapar asap pekat.
Menurut Agus, belum ada data sama sekali yg memberi dukungan gunjang-gunjing di warga soal efek jelek kabut asap yg mampu sebabkan penyakit kanker & kematian serta-merta jika terhirup. Rata Rata, bagi orang yg diawal mulanya sehat, paparan kabut asap sisa pembakaran hutan yg amat pekat “hanya” bakal segera memunculkan gejala infeksi saluran pernapasan.
Mulanya pula tidak cepat dapat divonis terkena ISPA, alasannya sebab ISPA umumnya muncul melalui gejala-gejala sesudah terlampaui tidak jarang & intens terpapar kabut asap.
Dalam dunia kedokteran gejala ISPA atau proses preclinical sistem berjalan dgn tanda-tanda batuk, mata berair, mata merah & lain sebainya. Setelah Itu baru berlanjut kepada manifestasi atau bentuk dari penyakit.
Nah, efek kematian serta-merta yg ditakutkan akibat terpapar kabut asap kepada dasarnya benar-benar tak beralasan. Seandainya terpapar kabut asap & terhirup ke dalam paru-paru, perlu proses yg tidak sedikit & bertingkat di dalam badan sampai efek asap betul-betul merugikan & mematikan.
Satu factor yg butuh diingat, efek jelek kabut asap paling rentan & memang lah dapat berujung terhadap kematian sesudah komplikasi yg parah terhadap golongan-golongan rentan & lemah daya tahan tubuhnya seperti orang sepuh atau lansia, ibu hamil, anak mungil, bayi, sampai beberapa orang bersama penyakit kronis yg sudah ada di dalam badan sebelum terpapar asap seperti penyakit jantung, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik sampai penyakit paru yang lain. (cal)
img : tribunnews
Previous
Next Post »
0 Komentar