Indonesia Kesulitan Memadamkan Kebakaran Hutan, Mengapa?

20.29
Padamkan Kebakaran Hutan
Bencana kebakaran hutan Indonesia thn 2015 ini benar-benar sudah menyita tidak sedikit energi & perhatian publik dunia. Berjuta-juta kubik karbon berbahaya telah terlepas ke atmosfer akibat buruknya penanganan kebakaran hutan. Berbulan-bulan telah jutaan masyarakat di enam propinsi terdampak paling parah mesti menyesakkan paru-paru mereka bersama kepulan asap kebakaran hutan. Darurat asap juga ditetapkan.
Tapi muncul satu buah pertanyaan, kenapa dalam kebakaran hutan th 2015 ini, seakan susah sekali padamkan kebakaran hutan? Kenapa bara api dalam sekam tetap konsisten menyala hebat meskipun seluruhnya tenaga & upaya pemadaman sudah dikerahkan? Bahkan dalam kebakaran hutan thn 2015 ini, Indoenesia menerima pertolongan tidak sedikit dari pihak negeri asing. Sejak Mulai dari pertolongan pesawat angkut serbaguna yg bisa mendarat di air buat “menciduk” air selanjutnya menyiramkan ke atas api. Sampai pertolongan zat kimia ajaib yg diklaim lebih sanggup dalam melenyapkan kabut asap.
Tetapi apa daya, kabut asap terus mengepung, kebakaran hutan terus menyala hebat di antara perubahaan hri.
Lantas kenapa sangat susah padamkan kebakaran hutan? Ketahui 2 argumen berikut, dilansir dari pendapat Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana dalam rilisan CNN Indonesia :
Luas wilayah kebakaran hutan di Indonesia thn 2015 amat sangat ekstrem & susah terjangkau
Argumen ini dikemukakan oleh personel pemadam kebakaran hutan yg dikirimkan oleh pemerintah Australia utk mempermudah Indonesia. Menurut personel pemadam kebakaran hutan dari Australia, mereka baru sekali ini selagi 30 th mengabdikan dia sbg pemadam api menemukan kebakaran hutan & lahan gambut yg demikian gede & demikian luas menjangkau sampai wilayah terpencil ditengah hutan. Info terakhir yg didapatkan, menurut pantauan satelit Terra Aqua di pertengahan Oktober 2015, ada sedkitnya 1.058 titik api di Sumatera, menyebar di Jambi 108 titik, Kepulauan Riau 10 titik, Riau 57 titik, Sumatera Selatan 871 titik, & Lampung 39 titik. Dulu di Pulau Kalimantan pula ada 212 titik api, menyebar merata di Kalimantan Barat 36 titik, Kalsel 11 titik Kalteng 156 titik, & Kaltim 9 titik. Bukan bermain luas & besar nya wilayah terpapar kebakaran hutan Indonesia di thn 2015 ini. Patut saja jikalau kabut asap pekat malas utk beranjak dari Riau, Palembang, Jambi, maupu Palangkaraya.
Keadaan angin kencang semakin menambah susah operasi pemadaman
Kebakaran hutan th 2015 ini belum berhenti seandainya masa hujan belum betul-betul datang. Pasalnya business pemadaman kebakaran hutan melalui jalur hawa nyaris tidak sukses lantaran air yg disiramkan di atas titik kebakaran hutan cuma memadamkan ujung sekam yg terbakar, sedangkan api dalam lahan gambut yg mampu menembus ke dalam tanah sama sekali tidak tersiram air. Akibatnya tiupan angin sedikit saja sanggup segera menghidupkan lagi bara api yg sudah padam. Business yg dilakukan jadi nyaris sia-sia. Satu titik api pemicu kabut asap padam, 10 titik menyala dengan cara bersamaan. Begitulah yg berjalan. (cal) img : tempo.co
Previous
Next Post »
0 Komentar