Setelah Perang, Kini Warga Irak terancam Wabah Kolera Mematikan

20.10
Wabah Kolera Irak
Thn 2015 ini jadi salah satu puncak dari prestasi teroris militan ISIS. Pasalnya, di tengah gempuran pasukan militer Amerika, Eropa, sampai Rusia, basis kapabilitas mereka di Irak & Suriah kelihatan tidak goyah sama sekali. Justru serangan rudal hawa dari militer Amerika & Rusia lebih tidak sedikit berkenaan penduduk sipil yg tak bersalah.
Entah telah berapa juta masyarakat Irak & Suriah yg mesti meregang nyawa tidak berdaya lantaran derita perang Irak & Suriah yg tidak berkesudahan.
Tetapi ironisnya, rasanya tidak pass dgn derita perang Irak yg telah melumpuhkan kehidupan penduduk Irak. Sesudah hancur didera perang, saat ini penduduk Irak diprediksi sedang terancam oleh wabah penyakit Kolera yg mematikan. Dikutip CNN, wabah kolera ini muncul akibat buruknya mutu air di sungai Efrat, sungai gede yg bersama-sama bersama sungai Tigris jadi ciri khas Mesopotamia. Sungai Efrat bermata air di Anatolia, Turki, & bermuara di Teluk Persia, melintasi Irak. Panjangnya sungai mencapai seputar 2.781 kilo meter.
Sarana Timur Tengah, Al Arabiya launcing data terakhir yg didapatkan dari kementerian kesehatan Irak terhadap Selasa (20/10, data ini menunjukkan telah ada banyaknya 1.809 kasus penyakit kolera yg mewabah di lingkungan penduduk Irak. Wabah Kolera ini sejak mulai merebak disekitar aliran Sungai Efrat & lembah Efrat.
Jumlah korban tewas selama ini memang lah tidak terlampaui signifikan, dilaporkan cuma ada tidak lebih dari 4 orang yg tewas. Tetapi bukan berarti bencana penyakit kolera ini diam demikian saja.
Kolera ialah sejenis penyakit diare akut yg berjalan rata-rata akibat bakteri yg hidup di tempat-tempat kumuh & sanitasi yg tidak baik. Hujan & banjir gede yg menyapu kotoran manusia yg tercecer di jalan akibat minimnya Kloset semakin memperparah penularan Kolera. Kolera ialah pembunuh yg mematikan, bakal menewaskan orang dalam sekian banyak jam kalau tidak serta-merta meraih penanganan husus.
Tidak Hanya masalah kebersihan yg tidak terjaga, fenomena suhu panas terik yg menyerang beberapa ratus negeri di wilayah sepanjang garis khatulistiwa, tidak selain di Irak diprediksi jadi penyebab penyebaran bakteri Kolera yg semakin meluas. Umumnya Bakteri Kolera dilaporkan menjangkiti wanita & anak mungil yg hidup di bawah garis kemiskinan. Meski banyaknya 75 prosen orang dewasa yg terkena bakteri Kolera tidak memperlihatkan gejala apapun dalam tubuhnya, tapi bakteri itu bakal masihlah ada di dalam kotoran mereka sewaktu dua minggu lebih & bisa jadi gede bakal tersebar kembali ke lingkungan & meneror menular ke anak-anak.
Sejauh ini, wilayah terdampak wabah Kolera di negara Irak ada di Abu Ghuraib, pula Arbil & Dohuk. Ironisnya, Arbil & Dohuk ialah ruang mutlak yg menampung beberapa ratus ribu pengungsi yg melarikan diri dari konflik Irak. Arbil & Dohuk jadi dua ruangan kota yg dianggap aman dari hantaman tembakan & serangan hawa.
Dilansir CNN, Menurut data PBB, terdapat 3,2 juta masyarakat Irak yg kehilangan lokasi tinggal mereka sejak konflik 2014.(cal) img : voanews
Previous
Next Post »
0 Komentar