Tragedi Kebakaran Gunung Lawu, Ini Dugaan Asal Sumber Api yang Tewaskan 7 Orang Pendaki

21.03
Tragedi Kebakaran Gunung Lawu
Di antara kemelut kebakaran hutan dan bencana kabut asap mengepung Sumatera dan Kalimantan, kabar duka yang menyentak publik justru datang dari tragedi kebakaran hutan Gunung Lawu. Bukan hanya kebakaran hutan biasa, kali ini kebakaran hutan di jalur menuju puncak Gunung Lawu terjadi kala aktivitas pendakian tak ditutup.
Akhirnya api kebakaran hutan pun mendesak puluhan pendaki, menjebak mereka dalam kondisi mematikan. Jika tak pergi menjauh meninggalkan api, maka risikonya ikut terbakar habis. Namun pilihan menyelamatkan diri dalam lingkungan gunung yang penuh jurang pun adalah pilihan mematikan. Lari dari api, atau lompat jurang?
Itulah yang menjadi dilema tingkat tinggi bagi sekelompok pendaki yang “muncak” pada hari Sabtu (17/10) lalu. Diketahui, belasan orang terjebak dalam kobaran api besar yang membakar Lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kawasan Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Akibat dari tragedi kebakaran Gunung Lawu itu, tujuh orang pendaki dilaporkan tewas, lima orang di antaranya sudah berhasil teridentifikasi. Dikutip dari laman Tempo, kelima korban tewas itu adalah Rita Septi Hurika (21), asal Ngawi; Joko Prayitno (31), asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat; Nanang Setia Utama (16), warga Ngawi; Sumarwan (48), warga Ngawi; dan Awang Feri Frandika (25), warga Ngawi.
Bahkan mirisnya, Nanang Setia Utama dan Sumarwan adalah bapak dan anak. Mereka berdua serupa dengan korban tewas lainnya, terjebak dalam kobaran api, dan terpanggang dengan luka bakar yang cukup serius.
Lantas apa yang sesungguhnya menjadi penyebab kebakaran Gunung Lawu? Menurut dugaan sementara, tragedi kebakaran di Lawu pada Minggu (18/10) terjadi akibat keteledoran fatal pada pendaki yang lupa mematikan bekas api unggun. Kondisi lereng Gunung Lawu yang kering kerontang makin memudahkan bara sisa api unggun menyambar ke ranting kering dan akhirnya menciptakan kebakaran besar di jalur pendakian Gunung Lawu dekat Pos 3 dan Pos 4 wilayah Cemoro Sewu.
Menurut beragam sumber, pada akhir pekan Sabtu-Minggu (17-18 Oktober) kemarin Gunung Lawu memang nampak padat dengan aktivitas pendakian. Pasalnya banyak pendaki ke Gunung Lawu hanya karena ingin menikmati tradisi rutin di awal bulan Muharram yang jatuh pada tanggal 14 Oktober 2015, beberapa hari sebelumnya.
Pada bulan Suro ini, Gunung Lawu memang rutin didatangi oleh sekelompok orang dengan beragam tujuan. Ada yang sekadar menikmati pendakian gunung, ada pula yang bertujuan ritual semedi.
Namun nasib apes menimpa puluhan pendaki yang berniat turun Gunung Lawu pada Minggu pagi. Antara Pos 4 dan Pos 4 jalur Cemoro Sewu, api tiba-tiba berkobar hebat, membakar sebagian besar wilayah tepi jalur pendakian. Diperkirakan ada puluhan pendaki yang terjebak dalam kobaran api. Tak bisa berlindung kemanapun, karena lereng Gunung Lawu yang curam. Akhirnya 7 orang ditemukan tewas terbakar, sedangkan dua orang lainnya mengalami luka bakar yang serius.
(cal)
Previous
Next Post »
0 Komentar