Kronologi Kebakaran Hutan Gunung Lawu yang Tewaskan 6 Pendaki

20.32
Kebakaran Gunung Lawu
Nyatanya, kabut asap & kebakaran hutan konsisten mengambil berita duka. Tidak cuma sejarah darurat kabut asap yg sudah mengambil derita korban sakit sesak napas sampai kematian sekian banyak balita di Sumatera, bencana kebakaran hutan kembali menelan korban jiwa, merenggut ajal anak manusia sebab kesalahan & keteledorannya sendiri yg tidak bisa menjaga hutan & alam.
Dikabarkan oleh fasilitas nasional, terhadap Pekan (18/10) thn 2015, bencana kebakaran hutan kembali berjalan di ruang Gunung Lawu, jateng. Api agung membakar & menghanguskan banyaknya titik. Susahnya akses pemadaman yg berada diatas gunung menciptakan api berkobar kencang susah dikendalikan. Hasilnya api konsisten menjalar. Info buruknya, ada sebanyak pendaki yg terjebak ditengah kobaran api kebakaran hutan Gunung Lawu. Usai api padam, ada enam orang pendaki yg terlihat terbujur kaku tidak bernyawa. Dua orang yang lain kritis, diduga mereka mengalami keracunan karbon kebakaran hutan & terbakar api, & terkena kobaran api, terjebak dalam api yg susah dipadamkan.
Berikut kronologi Kebakaran Hutan Gunung Lawu yg Tewaskan 6 Pendaki :
Dilansir dari page Mongabay, Kepala Pusat Data Kabar & Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengemukakan awalnya pada jam 08.00 WIB di Pekan pagi, kepulan asap pekat kelihatan mengepul disekitar Pos 3 Cemoro Sewu. Hasilnya sejam seterusnya, kira kira pukul 09.00 WIB tim gabungan dari Perhutani, anggota Koramil 0804/02 Plaosan & penduduk lebih kurang lereng Gunung Lawu bergegas dengan menuju tempat kejadian buat operasi pemadaman.
Operasi pemadaman serta terjadi sampai siang hri. Dulu pada jam 14.30 WIB, tim gabungan yg tetap berada di dekat Pos 3 Cemoro Sewu meraih info dari satu orang pendaki bernama Mansur Salim (46), masyarakat Desa Rowosari, Tembalang Semarang, Jawa Tengah, bahwa Dirinya sudah lakukan evakuasi satu orang pendaki yg jatuh lemas terkulai akibat terkepung kebakaran hutan antara Pos IV & Pos III. Pendaki itu, bernama Dita Kurniawan (18), pelajar SMK Yosonegoro Magetan, penduduk Desa Candirejo Magetan. Dita yg masihlah sadarkan diri mengemukakan bahwa di atas masihlah ada teman-temannya sesama pendaki yg terjebak lantaran kebakaran hutan Gunung Lawu. Dita bercerita bahwa terhadap Sabtu Dia dgn bersama 13 orang temannya jalankan pendakian dengan ke Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Kandang.
Hasilnya melalui kabar tersebut, tim gabungan berlari ke atas gunung menembus kobaran api bersama sarana seadanya utk menjemput rekan-rekan Dita. Mongabay menuliskan, tim gabungan di atas menemukan satu korban bernama Eko Nurhadi (45) penduduk Ngawi dgn keadaan yg mengenaskan, Eko tetap bernyawa tapi bersama keadaan luka bakar 50% di perut, tangan & wajah.
Hingga sore & tengah malam hri, tim gabungan TNI, Polri, Perhutani, BPBD, Anak Gunung Lawu dibantu penduduk Cemoro Sewu & Singolangu konsisten melaksanakan operasi penyelamatan korban pendaki yg terjebak akibat kebakaran hutan Gunung Lawu. Sore harinya, mereka sukses menemukan & mengevakuasi korban kebakaran hutan di jalur antara Pos III & Pos IV ada delapan orang , enam wafat, dua kritis.
Sesudah itu, didapati bahwa api gede yg membakar hutan Gunung Lawu yakni akibat dari api unggun para pendaki yg belum dipadamkan, seterusnya tertiup angin & menjalar hebat. (cal) img : sinarngawi
Previous
Next Post »
0 Komentar