Kabut Asap Menyebar Sampai Jakarta

20.32
Kabut Asap Jakarta

Bencana asap akibat masifnya pembakaran hutan di thn 2015 ini sepertinya belum bakal mencapai klimaksnya seandainya sebaran asap belum menyentuh ibukota. Ya, kenyataannya memang lah asap & segala efek tidak baik yg telah menghancurkan roda kehidupan di 6 Propinsi di Indonesia, Adalah Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, & Kalimantan Barat belum pun menciptakan jera para tersangka pembakar hutan. Pasalnya, para bos-bos agung perusahaan perkebunan yg jadi pelaku mutlak kasus pembakaran lahan di Sumatera & Kalimantan tidak sempat merasakan bagaimanakah sesaknya hidup 24 jam sewaktu nyaris dua bln lebih dalam kepungan asap pekat yg menyesakkan.

Bos-bos perusahaan agung itu masihlah masih duduk nyaman di kantornya, di bilangan elit Kota Jakarta.
Tapi semuanya jadi beralih sedkit demi sedikit jadi kepanikan seandainya kabut asap telah datang ke arah Jawa. Tertiup angin sampai membuahkan kabut asap tidak tebal diatas ibukota. Factor inilah yg sekarang ini sedang berlangsung.

minggu(25/10) Tubuh Meteorologi Klimatologi & Geofisika telah mengeluarkan laporan resmi yg didapat dari hasil pembacaan satelit cuaca Himawari bahwa sekarang kabut asap telah mulai sejak tersebar sampai ke sebahagian wilayah Pulau Jawa.
Diperkirakan, asap slim yg tertiup angin dari wilayah kebakaran hutan di Sumatera ini bakal mengepung slim DKI Jakarta, Jawa Barat, sampai ke Pulau madura.

Kepada dasarnya, angin yg kencang tidak menciptakan mustahil tertiupnya kabut asap sampai ke arah Jakarta. Dilansir CNN, asap yg terbawa sampai ke Pulau Jawa berada di ketinggian seputar 3.000 m. Terhadap ketinggian setinggi itu, angin di atas dapat tertiup lumayan kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika memprediksi, angin di wilayah utara Indonesia bakal bertiup ke arah timur laut sampai wilayah Tenggara.
Kalau benar-benar kabut asap telah tersebar hingga ke Jakarta, apa yg mesti dilakukan buat mengantisipasinya? Membayangkan pekatnya kabut asap di Riau, Jambi, Sumatera Selatan & Palangkaraya saja kita telah bergidik ngeri, terlebih bila mesti mengalaminya serta-merta.

Tapi dijelaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui Kepala Pusat Data & Info Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengemukakan bahwa warga Jakarta tidak butuh terlampaui khawatir. Walau benar-benar kabut asap telah menutup tidak tebal langit jakarta, sifatnya cuma temporer, artinya cuma mengikutii arah angin.

Berdasar terhadap keadaan terakhir yg terpantau di Ibukota Jakarta, mutu hawa tetap dapat tetap berubah-ubah tergantung pad arah angin & seberapa kencang kecepatannya. Mutu hawa di Jakarta serta tetap berada dalam tingkatan normal.

Kayaknya memang lah bencana asap di th ini dapat jadi bencana kabut asap & kebakaran hutan terparah sejak bencana mirip menghantam Indonesia 1997-1998 silam. Berdasarkan pantauan Satelit Cuaca Himawari hri ini, asap tidak tebal kelihatan sudah menyebar hampir ke seluruhnya Indonesia, pula hingga Malaysia & Singapura. (cal) img : Photo SINDO/ARIE YUDHISTIRA
Previous
Next Post »
0 Komentar