Kisah Sulitnya Padamkan Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah

20.57
kebakaran-hutan-palangkaraya
Sampai memasuki minggu ke-3 bln Oktober 2015, Palangkaraya jadi satu-satunya Kota di Indonesia yg mengalami kasus kabut asap paling pekat sepanjang peristiwa bencana kabut asap. Tengok saja macam mana hancurnya mutu hawa di Palangkaraya dalam dua bln terakhir. Menurut standar kesehatan internasional, angka indeks standar pencemaran hawa paling buruk ada di angka 500, sedangkan di Palangkaraya, angka harian pencemaran hawa sudah berada di level 2.900! Nyaris enam kali lebih tidak baik dari angka paling berbahaya, apa sebabnya?
Kebakaran lahan gambut di wilayah Kalimantan Tengah sudah jadi pelaku penting penyebab hancurnya keadaan hawa di Palangkaraya. Jilatan api semakin menggila & merambat tidak terkendali. Laporan terakhir, api telah mulai sejak menyambar kawasan hutan konservasi di Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiran Raya Kab Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (15/10). Hutan rindang bersama tinggi pohon rata rata setinggi 20-25 m & telah berumur puluhan thn di kawasan hutan ini sebahagian sudah habis terbakar.
Bahkan mirisnya lagi, sekian banyak pohon langka seperti Tumih (combretocarpus rotundatus), Balangeran (shorea balangeran), Galam (melaleuca leucadendron), Gaharu (aquilaria malacencis), Ramin (gonystylus bancanus), Tangkahis & Tanggaring mulai sejak bertumbangan sebab sektor akar pokok pohon terbakar. Ketajiran alam yg terkandung dalam rapatnya hutan Kalimantan Tengah hancur dalam sekejap mata akibat lalapan api.
Mengingat keadaan kebakaran hutan Palangkaraya yg makin memburuk, Tim Tindakan Serentak Tanggap (ACT) dengan relawan “Jumpun Pambelon” & penduduk seputar bahu-membahu memadamkan api yg meluas membakar pohon-pohon gede. Ir.Januminro (53) Ketua Komune Jumpun Pambelon menuturkan waktu ini proses pemadaman timnya dengan ACT sukses memadamkan lokasi hutan lebih kurang 50 Ha. Tapi beliau mengakui sekarang proses pemadaman tetap sebatas radius 700 m dari jalan raya. “Kendala paling besar kami yakni minimnya sumber air utk kami pompa bersama mesin portabel,” ungkapnya.
Dari pantauan segera di arena lapang, tim pemadam tidak mampu menembus sampai radius 1 kilo meter kedalam hutan lantaran sumber mata air terakhir (sumur bor) berada di radius 500 m. “Membuat sumur-sumur yg disebar di sekian banyak titik hutan jauh lebih efektif dibandingkan bersama kanalisasi atau sekat kanal,” tambah Januminro.
Senada dgn Januminro, Koordinator Tim Pemadam dari ACT, Diding Fahruddin mengakui waktu ini timnya mengalami hambatan keterbatasan sumber air. “Kami perlu tidak sedikit sumur bor yg disebar di sekian banyak titik hutan biar jangkauan pemadaman sanggup masuk lebih kedalam lagi. Nantinya air dari sumur dapat disedot mesin portabel yg setelah itu di salurkan lewat selang red rubber,”ujarnya.
Seperti didapati setidaknya ribuan hektar hutan di Kalimantan Tengah terbakar dalam tiga bln terakhir. Sementara yg sukses dipadamkan tak lebih dari 100 hektar, factor ini lantaran proses pemadaman kebanyakan cuma di seputar hutan yg dekat bersama jalan raya,lantaran sumber airnya gampang dijangkau, sanggup dari parit atau dari mobil Damkar. Susahnya padamkan kebakaran hutan inilah yg semakin memperburuk keadaan kabut asap di Palangkaraya.
Sesungguhnya cuma sedikt relawan yg bisa memadamkan api jauh lebih ke dalam hutan, sesudah diawal mulanya menciptakan sumur-sumur di sekian banyak titik hutan. Tetapi ironisnya, ketika ini ketersediaan sumur-sumur tersebut teramat minim sekali.
Entah hingga kapan bencana kebakaran hutan di Palangkaraya akan mogok (?) (cal) img : bbc
Previous
Next Post »
0 Komentar