Pengungsi Konflik Suriah Menyambut Idul Fitri di Perbatasan Turki

23.20
suriah-refugee
Idul Fitri tinggal menghitung hri, waktu ini Ramadhan sudah memasuki hitungan 10 hri terakhir menjelang 1 Syawal kelak. Kebahagiaan yg terasa di bermacam macam pelosok Indonesia dalam menyongsong datangnya hri kemenangan ternyata tidak mirip dgn kenyataan yg mesti dihadapi oleh ribuan pengungsi Konflik Suriah.
Seperti yg dilansir oleh page CNN, sedikitnya lebih dari 20 ribu pengungsi Suriah sudah menyebrang & melarikan diri dari Suriah ke Turki lewat perbatasan Tal Abyad demi mengharap perlindungan keamanan dari konflik kemanusiaan yg tidak berujung antara pejuang Kurdi bersama group militan ekstremis ISIS. Para pengungsi meninggalkan negeri mereka yg dilanda perang lewat pos perbatasan Turki, Akcakale, yg menghadap ke Kota Tal Abyad di Suriah yg sekarang dikuasai oleh YPG.
Sampai 10 hri terakhir menjelang idul fitri, para pengungsi kondlik Suriah tidak akan menyebrang kembali ke Suriah dikarenakan pasukan bersenjata Kurdi, atau yg dikenal sbg YPG sudah menutup rapat gerbang perbatasan Kota Tal Abyad.
Seperti yg ketahuan, terhadap awal Ramadhan dulu YPG sudah sukses mengusir basis ISIS dari Kota perbatasan Tal Abyad sesudah memenangi pertempuran sengit. Pertempuran yg seakan tidak ada ujungnya itu memaksa lebih dari 23 ribu penduduk sipil di kurang lebih Kota Tal Abyad Suriah mesti mengungsi ke Turki.
Sbg negeri yg bertetangga serta-merta dgn Suriah, Turki sudah menampung sejumlah kurang lebih 1.8 juta pengungsi Suriah sejak konflik meletus di negeri itu antara Pejuang Kurdi & ISIS (Negeri Islam Irak & Suriah) terhadap 2011 dulu. Jutaan pengungsi Suriah yg menyelamatkan diri ke Turki saat ini berada dalam keadaan yg mengkhawatirkan. Mereka terpaksa menjalankan Ramadhan bersama kesedihan & derita akibat perang berkepanjangan.
Apabila gerbang perbatasan Tal Abyad di buka oleh YPG, sehingga ribuan dari pengungsi terkadang kembali ke rumah mereka melintasi jalur penyebrangan resmi & didapati oleh pihak mempunyai wewenang Turki. Tapi jikalau perang & keadaan disekitar perbatasan kembali tak kondusif, sehingga ribuan masyarakat sipil itu serta kembali mengungsi ke kamp-kamp pengungsian seadanya yg digelar oleh pemerintah Turki.
Jumlahnya jumlah pengungsi Suriah yg melarikan diri ke Turki menciptakan pemerintah Turki serta kalang kabut mengurusi Pengungsi. April dulu, pemerintah Turki menyebut sudah menghabiskan nyaris US$5,5 miliar, atau setara dgn Rp73 triliun buat sediakan keperluan bagi para pengungsi. Pemerintah Turki mengeluh bahwa pihaknya cuma sedikit meraih dana pertolongan dari publik internasional. Isu konflik Suriah dirasa cuma makin menciptakan ISIS makin ternama di semua dunia. Amat jarang ada pihak internasional yg ikut menyimpan perhatian kepada jutaan penduduk sipil Suriah yg ikut jadi korban ganasnya perang di negaranya. (CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar