Redakan Duka Kamp Arsal, Lokasi Pengungsi Korban Konflik Kemanusiaan Suriah

23.22
arsal-camp
Menjelang akhir bln Ramadhan, kebahagiaan semestinya semakin dirasa oleh jutaan Umat Muslim di seluruhnya dunia. Tapi, tidak demikian yg dialami oleh beberapa ratus ribu pengungsi bencana konflik kemanusiaan Suriah. Perayaan Ramadhan th ini ingin tidak ingin mesti mereka lewati bersama penuh kisah duka & kesedihan mendalam. Konflik berkepanjangan yg membombardir habis wilayah negara Suriah menciptakan beberapa ratus ribu warga sipil Suriah mesti melarikan diri dari kenyamanan rumah, meninggalkan periode dulu & negara yg selagi ini mereka tinggali. Sekarang cuma tatapan kosong & hari esok suram yg menggelayuti pikiran mereka.
Gelombang kisah duka & pilu juga amat terasa di ruangan kamp pengungsian buat masyarakat Suriah di Arsal, Lebanon Tenggara. Biarpun dinamakan sbg kamp pengungsian yg seharusnya netral & jauh dari segala serangan konflik, tapi nyata-nyatanya Arsal tidak sempat asman. Kamp pengungsian ini kerap jadi target serangan, baik oleh pemerintah Lebanon, tentara rezim Asad, Hizbullah ataupun grup bersenjata revolusi Suriah. Sebabnya cuma satu, Arsal dianggap yang merupakan kantong milisi revolusi Suriah. Sehingga seluruhnya misil & bom kerap mengarah ke kamp pengungsian yg pun ditempati pengungsi Palestina ini.
Seseorang relawan lokal Tindakan Langsung Tanggap yg berada di kamp pengungsian Arsal menceritakan bahwa Arsal jadi area pengungsian yg paling tidak bersahabat. Tertulis kira kira ada 100 ribu pengungsi di Arsal, tetapi bagi masyarakat Suriah yg lari dari konflik panas di negaranya, Arsal bukanlah ruangan resmi yg direstui oleh Pemerintah Lebanon.
Seperti halnya para pengungsi Palestina yg tidak di inginkan buat tinggal menetap, formula pemulangan konsisten dicari utk para pengungsi Suriah oleh pemerintah Lebanon. Pengungsi Suriah itu tinggal di tempat-tempat yg adalah kamp penampungan yg mestinya utk penduduk Palestina, bangunan-bangunan yg telah ditinggal, sekolah, peternakan ataupun kandang hewan.
Meski telah kenyang dgn penderitaan konflik berkepanjangan di Suriah, para penduduk sipil Suriah yg menetap di kamp Arsal ini pula tiap-tiap harinya mesti berhadapan bersama penjagaan ekstra ketat dari otoritas pemerintah Lebanon yg tidak merestui kedatangan mereka di Arsal. Beberapa Ratus ribu penduduk Suriah di Arsal telah tidak mengetahui lagi mesti berpindah ke area pengungsian mana jikalau benar-benar mereka tidak dikehendaki di Arsal.
Sampai hitungan 10 hri terakhir bln Ramadhan ini, Perbuatan Langsung Tanggap sbg sektor dari acara Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam sudah mendistribusikan amanah berupa pertolongan kemanusiaan yg terdiri dari paket berisi beras, tepung, ‘adas, teh, gula & yang lain. Paket-paket ini disalurkan di 5 titik di dalam kamp, adalah di Majd, Inma’, Nashr, Salam & Arzah.
Tidak Dengan pertolongan & uluran tangan dari warga dunia Islam, Penduduk Suriah yg terjebak di kamp Arsal ini tidak dapat berbuat tidak sedikit, Lantaran nyaris tak sempat ada pertolongan masuk ke sini lantaran kamp senantiasa dikepung oleh otoritas Lebanon yg keras kepala bertindak diskriminatif pada pengungsui asal Suriah.(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar