Ini Catatan Gempa Besar yang Pernah Menggetarkan Tanah Papua

20.05
gempa-papua
Beberapa hari silam, publik Indoenesia dikejutkan oleh kabar konflik berbau agama yang terjadi di Karubaga, Tolikara, Papua. Usai kabar konflik itu mereda dan situasi keamanan dapat dikondisikan, kabar duka kembali datang dari Papua, sebuah gempa besar berkekuatan di atas 7 SR menggetarkan Tanah papua selama beberapa detik, episentrumnya terletak di tengah hutan lebat pegunungan tengah Papua, di antara lekukan lembah curam dan gunung menjulang Membramo Raya.
Wilayah tanah Papua memiliki potensi yang besar untuk klasifikasi gempa tektonik. Beragam patahan aktif di dasar laut melintasi tanah Papua akibat pertemuan dua lempeng besar: lempeng Pasifik dan lempeng Indo-Australia. Patahan yang terdapat pada lokasi ini setidaknya terdiri dari patahan berupa trench (New Guinea Trench, Manokwari – South New Guinea trench) dan Transform Fault (Sorong Fault).
Tanah Papua, kenyataannya memang dilintasi oleh tiga jalur besar gempa bumi, Zona konvergensi lempeng Pasifik dan Pulau Papua New Guinea yang kompleks, jalur Sesar Sorong, dan Jalur Sesar Aiduna- Tarairua. Celakanya, gerak lempeng Pasifik yang berada di timur laut Papua ini memiliki pergerakan sangat cepat 120 mm/tahun. Artinya potensi kegempaan di Papua sejatinya memiliki kemungkinan lebih besar dua kali lipat dari patahan di Pulau Jawa dan Sumatera yang rata-rata hanya memiliki kecepatan 50-70 mm/tahun.
Berikut adalah fakta tentang catatan kejadian bencana gempa dahsyat yang pernah mengguncang Tanah Papua sebelum gempa yang menggetarkan Membramo Raya beberapa hari silam:
  1. Gempa Bumi Pegunungan Jaya Wijaya, Papua, 25 Juni 1976, 7.1 Skala Richter
Gempa bumi paling mematikan sepanjang kegempaan Papua di zaman modern. Mengakibatkan lebih dari 500 orang tewas, dan 5000 jiwa lebih tertimbun longsoran pegunungan tinggi di Jaya Wijaya.
  1. Gempa Biak, 17 Februari 1996, 8.2 skala richter
Pada sore hari, sekitar pukul 15.00 WIT, gempabumi dengan guncangan yang amat keras sekitar 8 skala richter menggetarkan wilayah Biak dan sekitarnya. Bahkan menurut Indeks Mercalli (MMI) yang mengukur kekuatan gempa dari I sampai XII menyimpulkan bahwa gempa Biak tahun 1996 berkekuatan VI-VII MMI di Kota Biak Numfor. Kedalaman gempabumi dahsyat itu berada pada titik yang cukup dangkal, sekitar 33 km. Akibatnya gelombang tsunami pun menerjang seketika sekitar 10-15 menit setelahnya. Tsunami datang dengan ketinggian bervariasi, ketinggian tsunami adalah 4 meter di Manokwari, 7 meter di Sarmi, 6-7 meter di Korim (Biak Utara), 3-5 meter di Biak dan 7 meter di Pulau Yapen (*referensi 1). Akibat gempabumi dan tsunami tersebut, 108 orang telah meninggal dunia, 423 orang mengalami luka-luka, 58 orang korban hilang dan 4.053 rumah hancur/rusak di sekitar pusat gempabumi.
  1. Gempa Bumi Nabire, 2 Juni 2004, 7 Skala Richter
Gempa pertama yang mengguncang Nabire dengan kekuatan super. Berada pada kekuatan 7 Skala Richter dan kedalaman 25km. Menewaskan 37 orang karena tertimbun reruntuhan, dengan korban luka mencapai 682 orang, dan kerusakan bangunan sejumlah 2.678 unit.
  1. Gempa Bumi Nabire, 26 November 2004, 6.4 Skala Richter
Gempa yang menggetarkan Nabire ini berada pada kedalaman yang cukup dangkal, hanya 10 km dengan kekuatan 6,4 skala richter. Akibatnya, dilaporkan 31 orang meninggal dunia, dan bangunan rusak sejumlah 2.798 orang.
  1. Gempa Bumi Manokwari, Januari 2009, 7.6 Skala Richter
Pada tanggal 4 Januari 2009, sebuah guncangan besar amat terasa di dua wilayah Papua, yaitu Kota Manokwari dan Kota Sorong. Gempa berkekuatan 7.6 Magnitude ini diduga merupakan gempa tektonik akibat pergeseran sesar Sorong. Kedalamannya cukup dangkal, hanya sekitar 35 km saja di bawah permukaan bumi. (CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar