Innalillahi, Puluhan Warga Bangladesh Tewas Akibat Berebut Bantuan Baju Gratis

20.05
tragedi-kemiskinan-bangladesh
Kelihatannya, status negara miskin dengan ekonomi yang sulit berkembang masih melekat erat dalam status masyarakat Bangladesh. Kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakatnya tetap menjadi momok menakutkan bagi salah satu negara yang bertetangga dengan Provinsi Rakhine, Myanmar di sebelah timur dan India disebelah barat ini.
Seperti yang dilansir dari laman CNN, pekan lalu gambaran kemiskinan akut yang konsisten mendera di sebagian besar masyarakat Bangladesh tampak jelas dalam tragedi berdarah di Jumat pagi (10/7). Satu Buah acara amal di bulan ramadhan yang sengaja digelar utk menyambut persiapan idul fitri berakhir dgn tragis. Sedikitnya 23 orang berhenti dalam kondisi tewas menggenaskan akibat berebut sumbangan pakaian gratis.
Tragedi berdarah di Jumat pagi itu berawal disaat sekian banyak ratus warga miskin Bangladesh berebut masuk ke dalam lokasi acara amal yang digelar di sebuah kompleks pabrik permen rokok di wilayah utara Kota Mymensingh. Sekian Banyak Ratus warga yang memiliki antusiasme fantastis akhrnya berdesakkan hingga berjatuhan di satu buah gerbang kecil yang menjadi akses masuk satu-satunya ke acara amal tersebut. Berdasarkan laporan saksi mata, sekian banyak ratus warga miskin yang berambisi mendapatkan baju gratis tersebut telah berkumpul di luar pabrik bahkan sejak adzan subuh belum berkumandang.
Laman CNN menceritakan bahwa tayangan Televisi dari alat setempat sempat menayangkan sekilas macam mana rusuhnya insiden saling dorong-mendorong antara ibu, Bapak, dan anak-anak. Kelihatan jelas di area pintu gerbang kecil itu ada sobekan baju dan ratusan sendal yang robek juga ceceran darah menetes dimana-mana.
Menurut kepolisian setempat, sebagian besar korban tewas yang berjumlah 23 orang yaitu wanita miskin yang kurus dan tak berdaya ditengah himpitan sekian banyak ratus orang yang berebut memasuki halaman pabrik.
Menurut laporan akhir dari kepolisian, jumlah orang yang berkumpul di luar pabrik sejak disaat sahur bahkan mencapai lebih dari 1.500 orang. Seribu lebih masyarakat miskin Bangladesh itu sengaja datang di pagi buta lantaran tergiur oleh tawaran mendapatkan baju gratis buat perayaan lebaran 1436 H. Setelah pagar dibuka, banyaknya kurang lebih seribu lima ratus orang itu serta-merta bergegas berebut memasuki pagar, ada yang terinjak, tertindih, terhempas, bahkan berdarah-darah lantaran terhimpit oleh sekian banyak ratus orang.
Pemberian pakaian cuma-cuma yang tatkala bulan suci Ramadan telah menjadi adat bagi warga kelas atas Bangladesh. Namun, acara amal semacam ini selalu memicu desak-desakan warga miskin yang sering berujung maut.
Untuk ketahuan, Bangladesh adalah salah satu negara yang dicap oleh Bank Dunia juga sebagai negara dgn status kurang berkembang. Tingkat bayaran di Bangladesh termasuk juga serta dalam type menengah ke bawah. Kasus kemiskinan yang amat sangat mudah ditemui di Bangaladesh membuat ribuan warganya setiap tahunnya melarikan diri yang merupakan pengungsi tidak dengan izin, bergabung bersama pengungsi dari Rohingya dalam perjalanan melintasi Teluk Bengal dan berhenti menjadi komoditas perdagangan manusia tidak dengan izin lintas negara.
(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar