Bencana Letusan Gunung Raung Belum juga Berakhir

20.08
gunung-raung-bali
Terpantau hingga pekan ini, bencana letusan Gunung Raung yang berada di ujung timur Pulau Jawa masihlah menunjukkan gejalanya. Bahkan intensitasnya cenderung stabil dan tak menurun. Gunung Raung, satu buah Gunung berapi bertipe Stratovolcano yang memiliki lebar kaldera 2 km dan dalam 500 meter dilaporkan sejak 29 Juni lalu berstatus Siaga (Level III). Sejak itu, kegiatan tremor vulkanik terus berjalan dan mendentumkan suara dahsyat dari dalam kawah Gunung Raung. Pertanda nyata bahwa masih ada cukup energi di bawah Kawah Gunung Raung yang terjadi akibat pergerakan fluida atau magma encer.
Letusan Gunung Raung adalah tipe letusan strombolian. Ciri-ciri letusan strombolian yakni letusannya kecil tapi terus-menerus mengeluarkan material pijar. Tanda-tanda aktivitas letusan Gunung Raung sanggup nampak dari keluarnya cahaya api, tingginya kegempaan, suara gemuruh, dan adanya embusan asap. Cahaya api dan embusan asap yang kelihatan diperkirakan ialah lontaran material pijar.
Terhadap 13 Juli kemarin, asap kelabu tebal sukses disemburkan oleh Gunung Raung ke arah udara Jawa Timur dan Bali setinggi lebih dari 800 meter. Lantaran pergerakan angin yang berhembus dari arah laut, asap kelabu tebal atau yang tak jarang disebut juga sebagai Volcanic Ash lebih condong bertiup ke arah Selatan dan Barat Daya.
Lusa malam dahulu juga, tampak ada sinar benderang warna merah menyala yang diperkirakan berasal dari pijaran api berupa lelehan lava yang ke luar dari mulut Kawah Gunung Raung. Keluarnya lava yang berpijar mengagumkan panas juga diselingi dgn lontaran abu vulkanik tebal setinggi 500 meter hingga 1 kilo m ke udara. Arah pergerakan volcanic ash konsisten konsisten sama menuju ke arah Barat Daya-Selatan-Tenggara. Seiring bersama lava dan ledakan abu vulkanik, suara gemuruh yang keras dan bergema serta muncul dari dalam kawah, suara gemuruh agung diperkirakan terjadi akibat gede dan dalamnya bentuk Kaldera Gunung Raung, sehingga proses letupan vulkanik yang terjadi di dalamnya bergema hingga ke luar.
Berdasarkan pantauan beberapa media di lapangan, erupsi Gunung Raung hingga sekarang belum mengakibatkan jatuhnya kerugian berupa korban jiwa. Seluruh wilayah radius berbahaya Gunung Raung telah steril. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan larangan aktivitas masyarakat dalam radius tiga kilo meter. Sementara itu, desa terdekat dengan puncak kawah berada terhadap radius delapan km.
Namun hujan abu hitam dan bau belerang yang amat sangat amat sangat menyengat terpantau di beberapa daerah Kabupaten Banyuwangi lebih kurang Gunung Raung,seperti di Kecamatan Genteng Kulon, Rogojampi, Songgon, Sragi, Kali Baru, dan Licin. Hujan abu pernah juga terjadi dan menutupi total area tanaman kopi afdeling Jampit PTPN XII Kebun Kalisat, Jampit Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso.
Hingga 2 hari menjelang lebaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah membagikan ribuan masker pada warga terdampak erupsi. Total ada 18.910 jiwa di dua kecamatan yang telah terdampak oleh tebalnya abu vulkanik Gunung Raung.(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar