Bencana Kebakaran Lahap Habis Kampung Pemulung Beromset Rp 4 Juta/hari

19.24
bencana-kebakaranBerita duka datang dari kawasan bernoda bedeng pemulung di Pekayon Poncol, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sewaktu ini, area tersebut dipakai yang merupakan ruangan buat menaruh sampah kategori plastik hasil pemilahan ribuan pemulung yg biasa beraktivitas di ruang tersebut. Kejadian kebakaran perdana kali terdeteksi kepada Rabu dinihari (15/5) kurang lebih pukul 12 tengah malam. Sebab keadaan kotor & ruang ruangan kebakaran yaitu lokasi penampungan sampah plastik, api tiba-tiba berkobar dgn teramat langsung & membesar bersama saat yg lumayan lama. Tatkala lebih dari dua jam hasilnya api baru dapat dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Bekasi, jabar.
Usut miliki usut, nyatanya ruangan kebakaran yaitu ruangan penampungan sampah tidak legal yg dikelola oleh masyarakat setempat di atas lahan lebih kurang 700 m persegi dijalan Kopral Bosan, Kelurahan Pekayon Tajir, Kecamatan Bekasi Selatan. Tiap-tiap harinya, masyarakat Jakarta yg berprofesi juga sebagai pemulung menampung & menghimpun sampah rongsok, plastik, & kertas yg dikumpulkan dari banyaknya wilayah penduduk disekitar tempat kejadian. Sampah plastik & kertas tersebut sesudah dipilah oleh para pemulung bakal dipasarkan kembali terhadap para pengepul kertas & plastik utk seterusnya didaur ulang. Diperkirakan, tiap harinya ada belasan ton sampah plastik yg sukses dikumpulkan di ruang ini
Tidak Cuma yang merupakan ruangan penimbunan sampah plastik & kertas, nyatanya lokasi penimbunan sampah tanpa izin ini serta jadi tempat rumah bedeng atau rumah seng yg dihuni oleh para pemulung. Tapi sebahagian pemulung sedang mudik ke kampung halaman di periode lebaran ini.
Dilansir oleh page Antara, salah seseorang pemulung, Isad Badan Intelijen Negara Tama (33) menjelaskan informasi duka & derita yg mesti ditanggungnya. Dirinya mengaku mesti menderita kerugian sampai mencapai Rupiah. 700 juta akibat bencana kebakaran tersebut. Jelasnya, ada 11 Kepala Keluarga yg tinggal di 20 bedeng yg terbakar, puji syukur tidak ada korban jiwa yg terkena kobaran api, tetapi seluruh beberapa-barang milik pemulung ludes dilalap sang jago merah.
Dia merinci, di lahan seluas 1.000 m persegi itu terdapat sampah hasil pilahan berupa 80 ton plastik, 7 ton kardus, & 10 ton dupleks. Kalau dikalkulasi, semua barang second gunakan itu bernilai kurang lebih Rupiah 700 Juta.
Nyatanya, Isad mengakui bahwa profesinya yang merupakan pemulung sanggup membuatnya mengantongi duit sampai Rupiah 4 juta tiap-tiap harinya. Tetapi waktu ini, seluruhnya hartanya sudah habis dilalap api. Beliau beserta 11 Kepala Keluarga lain yg menempati bedeng yaitu penduduk Cirebon yg mengadu nasib di Jakarta yang merupakan pemulung.
Sampai artikel ini dituliskan, belum ada hasil laporan dari polisi yg menyebut sumber penyebab kebakaran. Tapi seandainya direfleksikan lagi, nyata-nyatanya memang lah di antara jajaran gedung-gedung tinggi menjulang di Jakarta, tetap ada banyaknya ruangan rawan kebakaran yg berisi tumpukan plastik & kertas kotor hasil kumpulan dari para pemulung. Profesi yg paling sering di lihat remeh, tetapi jangan sampai salah mereka dapat beromset Rupiah 4 juta tiap-tiap harinya!(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar