Konflik Kemanusiaan Memaksa Anak-anak Suriah di bawah Umur Menjadi Pekerja

23.20
anak-anak-Suriah-pekerja
Suriah, salah satu negeri di wilayah kawasan Timur Tengah sedang mengalami depresi hebat akibat konflik kemanusiaan yg tetap konsisten berjalan sampai detik ini. Konflik berkepanjangan antara Pejuang Kurdi & Militan Negeri Islam Irak & Suriah sudah menghancurkan nyaris seluruhnya sendi negeri & penduduk di Suriah.
Bahkan menurut survei dua Instansi pelindung anak yg berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF & Save the Children menyebut bahwa jumlah anak-anak Suriah dibawah usia yg terpaksa bekerja akibat konflik di negaranya meningkat drastis, terutama di kantong-kantong pengungsian diluar Suriah. Mereka terpaksa melupakan main-main & menggali ilmu utk turun serta-merta mencari nafkah dgn pekerjaan-pekerjaan yg berat & ekstrem demi menghidupi keluarga di tanah pengungsian.
Seperti yg diberitakan page CNN, survei UNICEF & Save the Children menyebut bahwa jumlah pekerja anak meningkat drastis sejak konflik Suriah dimulai terhadap 2011 silam.
Menurut catatan UNICEF, di kamp pengungsian Lebanon, banyaknya anak-anak Suriah bekerja juga sebagai pemetik kentang. Di Yordania mereka bekerja di restoran sbg pencuci piring maupun di pabrik sepatu. Sementara di Turki mereka bekerja di bengkel reparasi sepatu & pabrik roti. Sekian Banyak yang lain berani meneror nyawa mereka bersama jadi pekerja kasar di bagian pertambangan & konstruksi berat.
Seseorang bocah Suriah berumur 13 thn yg bekerja yang merupakan pemetik kentang di salah satu lahan perkebunan Lebanon menceritakan bahwa dia mesti mengambil kantung berisi lebih dari 10 kg kentang, tiap-tiap harinya beliau dapat bolak-balik berkali-kali utk mengangkut kentang dari kebun ke rumah si pemilik kebun. Jikalau ada kentang yg jatuh Dirinya dapat meraih penyiksaan berupa pukulan selang plastik & caci maki.
Laporan serta menyebut tidak sedikit anak-anak Suriah yg bekerja di Yordania mesti bekerja enam sampai tujuh hri dalam sepekan tidak dengan istirahat. Dari tugas berat tersebut, Beliau mendapat bayaran antara US$4 sampai US$ 7 atau kurang lebih Rupiah. 53 ribu hingga Rupiah. 93 ribu per hri. Umumnya dari anak-anak Suriah yg bekerja belum genap berumur 12 th. Bahkan ada sekian banyak yg jauh dari kata pantas, belum 6 th telah mesti bekerja di Libanon.
Rata-rata pebisnis yg mempekerjakan anak-anak pengungsi Suriah beralasan lantaran pekerja anak-anak ingin buat dibayar teramat murah dgn tugas yg lumayan berat. Argumen yang lain lantaran mereka kesusahan utk merekrut pekerja dewasa dari kamp pengungsian Suriah di Libanon, Yordania, & Turki mengingat orang dewasa yg bekerja di bidang formal mesti melintasi serangkaian proses yg berbelit buat sekadar mengurus surat izin kerja dari pemerintah setempat.
UNICEF pula kembali mengingatkan bahwa ribuan anak-anak korban pengungsi Suriah yg bekerja berpotensi putus sekolah & mempunyai hari esok yg makin suram akibat perang yg tidak kunjung berhenti. Sebahagian agung dari mereka serta tidak sedikit yg direkrut jadi tentara dalam konflik yg sudah menewaskan sedikitnya 220 ribu masyarakat negeri Suriah & menciptakan setengah dari komunitas negeri itu mengungsi ke negara-negara tetangga.(CAL)


Previous
Next Post »
0 Komentar