Astaghfirullah, Jutaan Kilogram Makanan Terbuang Percuma Selama Ramadhan

20.09
makanan-takjil
Ramadhan telah menjelang akhirnya, selama satu bulan penuh Ramadhan 1436 H bergulir membawa sejuta keberkahan dan kebaikan. Tidak Hanya berlimpah keberkahan, ramadhan serta identik dengan berlimpahnya makanan. banyak keluarga muslim di seluruh dunia menjadikan ramadhan yg adalah momentum untuk membelanjakan banyak uang hanya utk urusan makanan. Padahal esensi atau makna dari berpuasa di bulan ramadhan yaitu menjaga nafsu dan emosi dari beraneka perihal urusan dunia, termasuk urusan makanan bagi perut.
Karena terlalu boros dalam membelanjakan makanan, diperkirakan ramadhan tahun ini tetap serupa dengan tahun-tahun kepada awal mulanya, penghujung ramadhan diakhiri dengan kenyataan bahwa banyak makanan yang akhirnya terbuang sia-sia tak dgn terkonsumsi sama sekali.
Seperti yang dilansir oleh laman Saudi Gazette, setiap tahunnya di bulan ramadhan perputaran uang dari dan ke pembisnis makanan di arab saudi sudah di luar kendali, imbasnya jutaan kilogram makanan berubah menjadi limbah akibat tidak terkonsumsi.
Di negara Arab Saudi khususnya di dua Kota Makkah dan Madinah yang menjadi tujuan beribadah umat muslim diseluruh dunia, menjadi dua kota dengan limbah makanan paling tak sedikit. Mengapa demikian? Makkah dan Madinah setiap harinya menyediakan makanan buat berbuka puasa atau takjil free yang bahkan seringkali menjadi lahan perebutan bagi para pengusaha-pengusaha kaya Arab Saudi utk beramal. Namun makanan gratis yang disediakan itu teramat tidak sedikit yang akhirnya tidak termakan. Mubazir begitu saja. Padahal tujuan untuk menyediakan makanan berbuka puasa itu amat sangat mulia, memetik pahala dari kebaikan membahagiakan orang yang berbuka puasa.
beberapa pekan dahulu, Surat Berita Al Riyadh rilis data mengejutkan tentang fakta bahwa sedikitnya 12 juta ton makanan terbuang tiap hari di Kota Riyadh, Arab Saudi. Seandainya asumsi harga seporsi makanan merupakan 10 Riyal, maka masyarakat Saudi telah membuang 120 juta Riyal hanya utk makanan yang terbuang dalam sehari. Atau kalau dikalkulasi dalam setahun, maka warga Arab Saudi membuang 43,8 miliar Riyal atau setara bersama Rp. 155 triliun setiap tahunnya. Luar biasa!
bisa saja aspek serupa pula berlangsung di rumah-rumah keluarga muslim di Indonesia. Meski memang lah belum pernah ada riset mendalam yang memberikan gambaran kasar tentang estimasi makanan mubazir yang terbuang oleh warga Indonesia selagi ramadhan ini. Namun kalau dibayangkan dan direfleksikan ke diri sendiri, tradisi menimbun makanan yang berlebih dalam lemari pendingin, dan juga etika untuk membelanjakan makanan berlebih untuk menu berbuka puasa di rumah setidaknya telah memberikan kontribusi yang luar biasa kepada perilaku mubazir yang sia-sia. Naudzubillahi MinDzalik.
(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar