Ini Penyebab Bencana Kekeringan di Indonesia Berlangsung Lama

19.50


Sudah 3 bulan lebih musim kemarau menghentak tanah Indonesia. Terlihat muka negeri ini yang sejuk, asri, teduh, dan berlimpah air seketika berubah 180 derajat menjadi Indonesia yang berada dalam kekeringan massal, merata hampir di seluruh pelosok negeri. Hujan yang tak turun selagi berbulan-bulan telah membawa rentetan penderitaan. Cuaca panas terik di siang hari, udara kering dan dingin di malam hari, air tanah menyusut habis, tanah pun retak tak karuan dan mematikan tanaman atau padi yang hanya tinggal menunggu di panen.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana launcing fakta seputar 25.000 hektare lahan pertanian di Indonesia kering kerontang tak tersentuh air hujan sewaktu berbulan bulan. Diperkirakan jutaan masyarakat Indonesia akan langsung merasakan dampaknya. Sejak Sejak Mulai dari kesulitan akses air bersih, hingga bencana kelaparan akibat minimnya pasokan padi dan hasil pertanian yang mati sebab kekeringan.
Diliat dari prosesnya, apa sesungguhnya yang menyebabkan bencana kekeringan di Indonesia?
Terhitung sejak Mei dahulu, hampir serentak seluruh wilayah Indonesia memasuki fase periode kemarau. Periode kemarau ini ditandai dengan berkurangnya curah hujan harian hingga lebih dari 50%. Padahal, sebelum bulan Mei tempo hri, curah hujan di Indonesia termasuk juga serta salah satu yang paling atas didunia. Uap air yang menguap dari perairan luas di sekitar Indonesia membawa keberkahan luar biasa dari turunnya hujan.
Namun memasuki bulan Mei hingga puncaknya kepada Agustus nanti, Indonesia bakal memasuki gejala anomali bumi yang bernama El Nino. Fenomena El Nino ini berarti adanya penyimpangan suhu permukaan di Samudera Pasifik. Akibatnya uap air yang berada di Indonesia mengalir seutuhnya ke arah Samudera Pasifik. Padahal uap air adalah bahan mutlak pembentuk awan hujan.
Sepanjang wilayah negara yang dilalui garis khatulistiwa terutama Indonesia dan Asia Tengah akan teramat merasakan dampak periode panas dengan suhu yang menyengat. Di Indonesia, El Nino telah sebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama dan menghasilkan bencana yang lebih agung : kekeringan massal.
Dalam fase cuaca normal, periode kemarau di Indonesia bisa berhenti di September atau Oktober, namun karena gejala El Nino yang mengurangi supply massa udara di langit Indonesia, maka ada indikasi awal periode penghujan sanggup mundur, kemungkinan saja hingga bulan November. Simpulannya, musim kemarau tahun ini bakal berlangsung lebih lama hingga satu atau dua bulan dari fase yang seharusnya.(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar