Kisah Pilu Bencana Demam Berdarah di Tengah Konflik Perang Yaman

19.16
demam-berdarah-yaman-crisis
Sepertinya cobaan bagi muslim Yaman di Bulan Ramadhan ini makin bertubi-tubi melanda. Pasalnya, di tengah kecamuk konflik perang yang digencarkan oleh milisi bersenjata Houthi dan pasukan koalisi Timur Tengah yang dipimpin oleh Saudi, PBB memperingatkan bahwa bencana penyakit Demam Berdarah sedang menyebar amat sangat langsung di negara ini.
Kondisi penyakit mematikan demam berdarah ini semakin diperparah dengan buruknya kenyataan yang sedang dialami mayoritas warga sipil Muslim di Yaman. Kondisi kemiskinan, kelaparan, sanitasi yang tak baik, obat-obatan yang sangat amat sangat minim semakin membawa warga Muslim Yaman berada di jurang krisis kemanusiaan.
Seperti yang dilansir dari laman CNN, PBB memberikan laporannya di awal pekan ini yang menyatakan bahwa sedikitnya ada 150 kasus demam berdarah baru yang dibarengi bersama angka 11 kematian warga Yaman per hari akibat kasus demam berdarah.
Kepada pekan ini, PBB serta merilis kenyataan bahwa tingka krisis kemanusiaan di Yaman berada di level tertinggi yang tak bisa lagi ditolerir. Status bencana kemanusiaan paling gawat yang disandang Yaman serupa dgn status di Sudan Selatan , Suriah, dan Irak yang hingga kini konsisten ditetapkan PBB dalam status keadaan darurat krisis kemanusiaan.
Status tersebut bukannya tak dgn alasan, PBB mengatakan lagi dalam laporannya bahwa sedikitnya 590 orang masyarakat sipil Yaman telah tewas akibat wabah penyakit demam berdarah ini. Jumlah tersebut lima kali lipat lebih banyak ketimbang laporan korban meninggal yang dirilis dua pekan pada awal mulanya. Salah seorang pejabat kesehatan di Kota Aden, Yaman pula memperkirakan ada kurang lebih 8.000 orang Yaman yang waktu ini ini tertular demam berdarah. Angka itu hanya tercatat di Kota Aden, setelah perang antara Houthi dan pasukan internasional pimpinan Arab Saudi berkecamuk pada Maret silam.
Sementara bencana penyakit demam berdarah tetap menjalar dan menular ke ratusan warga Yaman, pertempuran membabi buta antara Houthi dan penduduk lokal juga sempat memanas di Kota Pelabuhan Aden dalam beberapa pekan terakhir.
Houthi mendapat perlawanan ekstrem dari masyarakat lokal dan pasukan internasional pimpinan Saudi. Akibatnya, penduduk sipil pun semakin terjebak dan terdesak dalam krisis kemanusiaan yang memilukan. Setidaknya 1 juta lebih masyarakat Kota Aden dikala ini menjalani ibadah Puasa Ramadhan dengan logistik makanan yang makin menipis, tak bersama ada bahan bakar dan obat-obatan yang mencukupi.
Derita mereka yaitu duka kita. Hapus duka mereka dapat bahagiakan akhirat kita. Silakan Kita menangkan Ramadhan dgn indahkan persaudaraan.(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar