Fakta Keadaan Alam Indonesia: Laju Kerusakan Hutan NTB 60 Haktare pertahun

20.23
Kerusakan Hutan NTB
Satu masalah gede & demikian kompleks yg konsisten menggerogoti kondisi alam Indonesa tiap tahunnya yakni kerusakan hutan. Wilayah mana di negara ini yg jadi langganan kerusakan hutan? Tapi Sayang sejauh ini info mengenai kerusakan hutan cuma bersuara dari wilayah hutan lebat di Kalimantan, ataupun hutan di sepanjang garis timur Sumatera. Memang Lah dari ukuran skala kerusakan & dampaknya, dua kerusakan hutan di Sumatera & Kalimantan sudah menyumbang degradasi kondisi alam Indonesia konsisten menukik tajam terhadap keadaan yg amat mengkhawatirkan.
Tetapi di antara informasi rusaknya hutan Kalimantan & Sumatera, info mengejutkan datang dari Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dikutip dari page Antaranews, kerusakan hutan di Propinsi NTB diwaktu ini telah mencapai angka 78 %. Bila laju kerusakan tidak sanggup dikendalikan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memprediksi kurang dari 10 th lagi, Propinsi NTB tidak dapat mempunyai hutan lagi.
Faktanya, hri ini kondisi alam di Indonesia sedang berada dalam laju yg amat sangat mengkhawatirkan. Bayangkan kerusakan hutan di NTB telah berada di level 1,4 prosen kerusakan per tahunnya. waktu ini, keadaan luasan hutan di NTB mencapai 1,67 juta hektare, dgn angka laju kerusakan hutan 1,4 prosen pertahun, berarti ada 60 hektare luasan hutan di NTB mesti rusak, hilang, & tidak sempat tergantikan tiap tahunnya.
Lansiran Antaranews menunjukkan kerusakan hutan di NTB menyebar di dua titik tidak serupa. Penghancuran hutan dengan cara besar-besaran berjalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani se besar 22 prosen dari total luas hutan d NTB. Sementara sisanya 40% berada di luar kawasan.
Lantas siapa yg bertanggung jawab atas perubahan kondisi alam Indonesia yg demikian mengkhawatirkan ini? rata rata kasus kerusakan hutan lindung di Indonesia dilakukan oleh oknum-oknum nakal penjarah kayu ataupun sebab ulah masyarakat lokal yg laksanakan alih fungsi hutan buat dijadikan lahan perkebunan yg lebih menguntungkan.
Apabila demikian, berarti prediksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana yg memperkirakan Propinsi NTB dalam 10 th ke depan telah tidak punyai hutan lagi bukanlah suatu gertakan sepele. Hri ini, WALHI mencatat ada 700 hektare lahan hutan di kawasan hutan lindung yg berada dalam keadaan kerusakan hebat!
Sepuluh th ke depan adalah th krusial yg mungkin saja tidak terasa demikian lama, berbagai upaya penanggulangan kebakaran hutan buat mengendalikan kondisi alam Indonesia mesti jadi prioritas.
Perdana, cepat pikirkan & melaksanakan perencanaan strategis dalam pengelolaan hutan; ke-2, libatkan penduduk dengan cara partisipatif dalam mengawal kebijakan pengolaan hutan sekaligus melaksanakan pengawasan hutan; & ke3 memberdayakan warga yg berada di lingkan hutan supaya dapat menekan pembabatan hutan. (CAL)
img : tempo.co
Previous
Next Post »
0 Komentar