Bencana Transportasi: Begini Kronologi Jatuhnya Pesawat Trigana Air di Papua

19.50
Kronologi Jatuhnya Trigana

Minggu ini transportasi Indonesia kembali berduka. Sesudah awal th dulu duka menyelimuti tragedi jatuhya pesawat AirAsia di lepas pantai Pangkalan Bun, pula sekian banyak minggu dulu kejadian tergelincirnya pesawat Citilink di Bandara Minangkabau, Padang. Tempo Hari Bencana transportasi berjalan lagi, Pekan sore, (16/7) satu buah pesawat yg melewati rute perintis di Tanah Papua milik PT Trigana Air Service hilang kontak & ditemukan jatuh. Pesawat ketahuan menabrak gunung di ruang pegunungan tinggi dekat Bandara Oksibil sesudah jalankan perjalanan hawa menuju wilayah pegunungan Oksibil dari Bandara Jayapura.
Pesawat bermesin baling-baling dgn type ATR 42 nomer registrasi PK-YRN itu ditemukan dalam keadaan hancur lebur sesudah kehilangan orientasi & menabrak gunung 14 km sebelum mendarat di bandara Oksibil.
Pesawat yg mengambil 54 orang penumpak termasuk juga 5 orang kru itu diperkirakan terjebak dalam kumpulan awan pekat disekitar pegunungan tinggi yg mengelilingi bandara Oksibil.
Berikut merupakan kronologi jatuhnya pesawat Trigana Air seperti yg diilansir dari page Kompas.com.
Sore hri menjelang pukul 14.00 WIT, pesawat Trigana ATR 42 nomer penerbangan IL-257 bersiap lepas landas dari bandara Sentani, Jayapura. Rombongan penumpang umumnya ialah penduduk Oksibil yg bermukim di Jayapura pula sekian banyak petinggi daerah dalam kunjungan kerja menuju Oksibil. Pesawat mulus laksanakan take off kepada pukul 14.22 WIT. Pas dgn flight schedule, pesawat diperkirakan tiba di Oksibil pada jam 15.04 WIT.
Menjelang pukul 15..00, pihak menara Bandara Oksibil yg memegang kendali approach atau fase menjelang pendaratan cobalah melaksanakan kontak perdana dgn pesawat, tapi tak ada jawaban. Berulang kali pihak bandara coba laksanakan kontak tetapi konsisten nihil.
Hasilnya, kira kira pukul 15.00 WIT, pihak Trigana Air Sentani memutuskan utk mengirim pesawat ATR nomer registrasi PK-YRR bersama pilot Kapten Agus buat terbang & laksanakan kontak visual serentak di ruangan kurang lebih kontak terakhir dgn pesawat Trigana PK-YRN. Tetapi sesudah berkali-kali lakukan orbit dgn memutar ruangan terduga titik jatuhnya, Kapten Agus tak menemukan objek sama sekali.
Sampai pukul 17.25 WIT, pesawat Trigana PK-YRR yg dipindah Kapten Agus mendarat kembali di Bandara Sentani dgn mengambil hasil nihil sebab daerah di kurang lebih Ambisibil telah sejak mulai gelap.
Sampai hasilnya, kepada Senin sore tempo hari (17/8) Manajer Security Trigana Air Alfred A Purnomo dilansir dari page Kompas.com mengungkapkan info duka mendalam bersama ditemukannya area jatuhnya pesawat Trigana Air PK-YRN, bencana transportasi hawa juga kembali merekam jejak dukanya. Komite Nasional Kesalamatan Transportasi (KNKT) telah menemukan posisi pesawat dalam keadaan hancur dikarenakan diduga menabrak gunung akibat terjebak dalam cuaca jelek.
Sementara sampai artikel ini diturunkan (18/8), segala business proses evakuasi masihlah konsisten diusahakan di tengah susahnya medan sepanjang pegunungan tinggi lebih kurang Oksibil. Berita terakhir dari tim evakuasi telah menemukan semua penumpang & awak Trigana Air yg berjumlah 54 orang.(CAL)
img : Planesspotters.net
Previous
Next Post »
0 Komentar