Menaruh Kepedulian pada Bencana Kekeringan di Indonesia

20.10

Kekeringan & banjir. Dua bencana yg kayaknya telah ‘terjadwal’ di Indonesia. Letak Indonesia yg berada diantara dua benua & dua samudra juga terlintas garis khatulistiwa, jadi elemen klimatologis kenapa dua bencana itu kerap hadir di Indonesia. Posisi geografis ini menyebabkan Indonesia beradaterhadap belahan bumi bersama iklim monsoon tropis yg amat sangat sensitifkepada anomali iklim El-Nino Southern Oscillation (ENSO).
ENSO menyebabkan terjadinya bencana kekeringan seandainya keadaan suhu permukaan laut di Pasifik Equator sektor tengah sampai timur menghangat (El Nino). Berdasarkan analisis iklim 30 thn terakhir, memang lah ada kecenderungan terbentuknya pola baru yg menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Efek terjadinya perubahan iklim ini pada bidang pertanian pasti saja ikut menggeser masa kemarau, yg menyebabkan berubahnya pola tanam sebabadanya kekeringan.
Sebab fakta ilmiah itulah, hari-hari ini kita tidak jarang mendengar fasilitasmassa & opini para pemangku keperluan terkait cuaca dalam menanggapifenomena kekeringan. Kepala Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika), Andi Eka Sakya contohnyamengemukakan peringatan dini terkait fenomena El Nino & panjangnya masakemarau yg ketika ini tengah berlangsung di Indonesia. Dia pun menegaskan,masa kemarau yg berakibat kekeringan di sekian banyak wilayah Indonesia, terutama bidang selatan garis khatulistiwa ini yakni resiko dari fenomena El Nino yg konsisten menguat. “Panjangnya periode kemarau di sekian banyakarea di Indonesia yaitu resiko fenomena El Nino yg sudah mencapai level moderat & diprediksi dapat menguat mulai sejak Agustus hingga Desember,”jelasnya.
Histori ini mengambil efek kekeringan panjang di sekian banyak daerah di Indonesia. Terutama Indonesia bidang timur & daerah-daerah yg terletak di Lintang Selatan, seperti Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulsel, & Papua sektor selatan. Krisis air bersih akibat bencana kekeringan di Indonesia serta makin hri makin parah. Banyaknya lokasi bahkan sudahmenyebut KLB (kejadian luar biasa) kekeringan, seperti Timor Tengah Selatan& sebahagian NTT.
Kekeringan yg telah melanda Pulau Flores, NTT, terutama wilayah KabNagekeo, menyebabkan air di sumur-sumur yg dibangun di dua kecamatan di wilayah pesisir Pantai Utara beralih rasa jadi asin, terkecuali itu hewan milikpenduduk seperti sapi mati, serta ikan di tambak juga mati dikarenakanpasokan air berkurang(Pos Kupang).
Sebanyak masyarakat Kab Indramayu, ja-barserta dilaporkan tepaksa makan nasi aking dikarenakan tidak sukses panen, maka kesusahan memperolehberas resiko kemarau berkepanjangan, seperti yg dikutip dari page Republika Online
Periode kemarau panjang thn ini pula meningkatkan jumlah penderita muntaber & diare di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kekeringan akibat kemarau panjang di Kab Sikka, Nusa Tenggara Timur, terhadap thn ini puladinamakan sbg ancaman serius bagi masyarakat setempat. Warga di sana relaterjadi beberapa ratus m sampai puluhan kilo meter & berjam-jam antre utkmendapati air bersih. Tidak cuma itu, air kumuh & tidak patut dimakan pula,ingin tidak mau jadi pilihan terakhir
Efek yg berlangsung lantaran kekeringan & krisis air bersih tentu benar-benarmenyebabkan beberapa ratus ribu jiwa terdampak. Gerakan sehari-hari mereka terancam & demikian juga dgn keberlangsungan hidup mereka. Krisis air bersih bila tidak ditangani dgn kerja keras bakal mengambil bencana kemanusiaan serius; krisis pangan & cadangan pangan menurun dratis. Gilirannya mutu kesehatan menurun bahkan bukan tidak bisa saja berpotensi menghadirkan krisis sosial & konflik massal dikarenakan rawan pangan.
Bersama semakin seringnya kita dengar kasus menyangkut bencana kekeringan, janganlah lantas menciptakan hati kita jadi ikut kering. Bagisebahagian orang, fenomena ini bisa saja dianggap yang merupakan‘fenomena tahunan’ & biasa-biasa saja. Tetapi faktanya, dibalik bencana itu ada beberapa ratus ribu orang yg menderita seraya tidak tahu hingga kapan kiranya bencana kekeringan itu dapat berhenti. Mereka pun saudara-saudara kita, yg membutuhkan kepedulian kita.
Oleh : Meter Insan Nurrohman | Vice President ACT Foundation
img : viva
Previous
Next Post »
0 Komentar