3 Fakta dibalik Derita Konflik Yaman

19.47

Sampai hri ini, rumitnya permasalahan konflik yg berjalan di wilayah Timur Tengah tidak cuma membombardir negara Suriah. Konflik tidak berkesudahan serta tetap tetap berlangsung di negara Yaman. Sejak pertengahan Maret dulu, koalisi negara-negara Timur Tengah pimpinan kerajaan Arab Saudi tetap melancarkan serangan dari bermacam front, baik darat, laut, & hawa buat memukul mundur pasukan milisi Houthi.
Berikut yaitu rangkaian fakta yg sukses dihimpun dari beragam sumber terkait derita konflik Yaman :
Sejak Maret, Korban jiwa mencapai nyaris 4.000 jiwa
Berdasar data yg dirilis dari page Antaranews, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melansir data yg memilukan, sejak 19 Maret s/d 19 Juli dulu, korban tewas tertulis mencapai 3.984 jiwa tewas, & 19.347 orang cedera. Jikalau dijumlahkan, semua korban perang baik tewas ataupun luka-luka jadi 23.331 jiwa. Jumlah tersebut ialah angka hitungan formal yg dicatat berdasarkan laporan dari beraneka instalasi kesehatan lokal di Yaman.
Satu serangan paling besar & paling mematikan sejak meningkatnya konflik terhadap Maret dulu menewaskan tidak kurang dari 55 korban tewas di Kab Al-Mukha di wilayah Taiz.
28.000 jiwa pengungsi orang Somalia & Yaman sudah diungsikan ke Somalia
Sampai bln Agustus minggu mula-mula 2015, ada kurang lebih 28.000 jiwa pengungsi penduduk Yaman & Somalia yg menyelamatkan diri dari derita konflik Yaman ke wilayah Puntland di bidang timur-laut negeri Somalia. Fakta ini di sampaikan dari rilisan Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR). Somalia jadi ruang pengungsian pengungsi Konflik Yaman mengingat akses laut melewati Teluk Aden-Laut Merah dirasa lebih aman bagi para pengungsi. Perjalanan para pengungsi dimulai dari satu buah kota Pelabuhan Mukalla di Yaman menuju Bossaso, Somalia dalam dikala tempuh sewaktu 2 hri. Satu perahu pengungsi kebanyakan bisa menampung sampai lebih dari 2.500 orang.
Kenapa ada orang Somalia di Yaman? Sejak tergulingnya pemerintahan Siad Barre di Somalia terhadap 1991 silam, tidak sedikit masyarakat Somalia yg pilih mengungsi di Yaman. Tapi sekarang, derita konflik Yaman sudah memaksa ribuan orang Somalia kembali mengungsi ke negeri mereka sendiri beserta ribuan penduduk Yaman yang lain.
Konflik Yaman ialah medan pertempuran sesama saudara
Yaman yg telah kadung terjerat kemiskinan semakin merasakan derita sejak berjalan konflik pertempuran antara pemberontak Houthi & para pengikut Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yg dibekingi oleh koalisi negeri pimpinan kerajaan Arab Saudi.
Awal Agustus minggu perdana ini, Mula-mula Menteri Yaman Khaled Bahah ketahuan sudah kembali dari pengasingannya di Arab Saudi ke Pelabuhan Aden Yaman. Diikuti oleh sekian banyak pejabatnya, Bahah kembali ke Yaman sesudah para pengikut setianya termasuk juga tentara kerajaan Arab Saudi sukses memukul mundur pasukan Houthi ke luar dari Kota Aden. Bahah bertanggung jawab buat memulihkan pelayanan publik & normalisaso keadaan kota yg telah terlanjur rusak parah akibat pertempuran sengit sewaktu 4 bln terakhir. (CAL)
img : okezone.com
Previous
Next Post »
0 Komentar