Mengenal Masjid Kaimana, Bukti Kehadiran Islam di Papua

20.24

Masjid Kaimana Papua


Belum lepas dari ingatan bagaimanakah kejadian penyerangan jamaah muslim di Tolikara ketika pengerjaan Ibadah Idul Fitri sebulan dulu sudah berdampak gede bagi negara ini. Jutaan muslim di Indonesia mengecam perbuatan anarkis tersebut, sebahagian yang lain dirundung rasa was-was akibat potensi ekskalasi kerusuhan antar agama yg dapat menyulut api emosi lebih luas lagi. Tetapi hasilnya urusan penyerangan Tolikara itu dapat diselesaikan & diredam bersama baik.
Setelah Itu pasca kejadian tersebut, muncul satu buah pertanyaan dalam benak warga Indonesia, seberapa jauh sesungguhnya perkembangan agama Islam di tanah Papua? sejauh ini Papua dikenal yang merupakan satu wilayah Indonesia yg menjadikan agama Islam juga sebagai minoritas. Cuma segelintir muslim di Papua yg masihlah hdup berdampingan bersama penduduk non muslim yang lain.
Tapi nyatanya, berabad silam tanah Papua sempat jadi ruang megahnya kerajaan Islam. Satu bukti kedatangan Islam di Papua sejak berabad dulu kelihatan terang terhadap peninggalan Masjid Gede Baiturrahim di Kaimana.
Satu Buah masjid yg megah & jelita bersama warna putih keemasan berdiri megah di salah satu sisi Kota Kaimana. Keindahan arsitektur masjid ini terlihat demikian mencolok di tengah hiruk pikuk gerakan warga di Kota Kaimana. Suatu factor nyata bukti Kedatangan Islam di Papua sejak sejak beberapa ratus thn dulu.
Dilansir dari page dream, Masjid yg berada di tepian laut tidak jauh dari Pelabuhan Internasional Kaimana ini miliki delapan pilar yg kokoh dgn kombinasi warna putih & sepuhan emas di puncak menaranya. Delapan pilar masjid termegah di Kota Kaimana ini mengelilingi kubah akbar berwarna senada dgn sepuhan emas yg lebih gede di puncak atap masjid. Kombinasi warna putih & emas yg jadi warna basic masjid kumplit bersama penataan rumah masyarakat di sekitarnya & pemandangan serentak tepian laut Pasifik yg membiru khas wilayah Indonesia Timur menambah sejuk penampakan masjid penuh peristiwa ini.
Dalam kutipan yg diambil dari page Kementerian Pariwisata Indonesia disebutkan bahwa Masjid Besar Baiturrahman ini jadi satu ikon menarik di tengah minoritas muslim Kota Kaimana. Masjid ini yaitu sisa peninggalan kerajaan Islam Sran Eman Muun yg sempat berjaya & menguasai perdagangan & pemerintahan di seputar Laut Arafuru & Kota Kaimana.
Sejak beradab silam, Masjid Kaimana tetap terus dipertahankan oleh generasi muslim Kaimana yg tetap merawat lewat pemugaran berkali-kali tetapi terus mempertahankan bentukan aslinya. Hri ini, Masjid Kaimana jadi saksi bisu betapa komune muslim sempat merasakan kejayaan di Bumi Papua tepatnya di Kab Kaimana, Propinsi Papua Barat,
Kepada awalnya benar-benar tanah Papua sempat jadi wilayah penting penyebaran Islam di Indoensia Timur yg dipindah oleh pengaruh gede kerajaan Islam di Maluku seperti Kerajaan Ternate & Tidore. Tidak Sedikit masyarakat Maluku yg keturunan Arab dikirimkan ke tanah Papua buat jadi Imam sekaligus menyebarkan agama Islam. Salah satunya jadi imam konsisten Masjid Kaimana.
Tapi, lambat laun, disaat pengaruh agung kerajaan Islam di Indoensia Timur meredup, masuklah para pedagang dari Belanda & Eropa yg berdagang & mengambil pengaruh agama Kristen sampai ke pedalaman Papua. Hasilnya sewaktu satu abad terakhir, mayoritas agama yg berkembang di tanah Papua ialah agama Kristen termasuk juga di Kota Kaimana & Tolikara, Karubaga.
Terlepas dari kejadian penyerangan muslim di Tolikara sebulan silam, mayoritas masyarakat original Papua tetap menjaga dgn baik toleransi beragama, aspek ini mampu dibuktikan dgn kokohnya Masjid Kaimana sampai hri ini.
(CAL)
img : panoramio.com
Previous
Next Post »
0 Komentar