Ternyata Letusan Gunung Sinabung bisa Kurangi Dampak Pemanasan Global

20.09
Letusan Gunung Sinabung

Telah lima th, Gunung Sinabung membuktikan ia kepada penduduk Indonesa bahwa Sinabung merupakan gunung api aktif. Bahkan jauh lebih aktif daripada perkiraan diawal mulanya. Sampai hri ini, letusan Gunung Sinabung masihlah saja berjalan, dgn gejolak letusan mulai sejak dari skala mungil sampai menggelegar. Siapa yg sanggup memprediksi bahwa Sinabung, Gunung berapi yg telah tertidur sejak beberapa ratus th dulu tiba-tiba bergejolak hebat. Bergemuruh panjang. Memuntahkan material vulkanik dari dalam perutnya. Letusan gunung Sinabung, gunung yg miliki ketinggian 2460 Mdpl seketika mengguncang wilayah Kab Karo, Sumatera Utara.
Telah sejak Agustus 2010 s/d hri ini Sinabung bergejolak. Rentang erupsi yg panjang dari Gunung Sinabung tidak mampu dipungkiri benar-benar sudah mengambil derita panjang yg tidak berkesudahan.
Bakal namun terkecuali kesedihan para pengungsi, ada narasi lain dari letusan Gunung Sinabung.
Tidak tidak sedikit yg mengetahui bahwa ternyata sudah terbukti dengan cara ilmiah bahwa letusan Gunung Sinabung dapat kurangi resiko pemanasan global. Atau setidaknya memperlambat resiko jelek dari pemanasan global.
Fakta ini terungkap oleh riset mendalam yg dilakukan oleh para ilmuwan dari Masschusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat. Seperti yg dilansir dari page Daily Mail, letusan gunung berapi seperti yg berlangsung di Gunung Sinabung sejak lima thn dulu bisa memantulkan radiasi sinar matahari sampai dua kali dari yg telah diperkirakan pada awal mulanya.
Para ilmuwan yg tergabung dalam proyek riset itu menyimpulkan bahwa sekumpulan gas alam yg dikeluarkan dari perut gunung vulkanik akibat letusannya seperti gas sulfur bakal meringankan bumi buat memprosesnya jadi factor pendorong yg sanggup menurunkan suhu bumi yg makin panas akibat pemanasan global.
Dalam laporan terdaftar yg dirilis ilmuwan MIT terhadap September thn dulu (19/11) ketahuan kenyataan, terhadap dasarnya bersama jalankan proses pantulan kembali energi matahari kembali ke luar atmosfer, gas sulfur yg bersifat asam yg dikeluarkan kala proses letusan Gunung Sinabung selagi bertahun-tahun sudah mempermudah bumi buat menurunkan suhunya dengan cara global mulai sejak dari nol,5-0,12 derajat celcius sejak th 2000 silam.
Tapi simpulan penelitian itu tidak lantas mengatasi tidak sedikit factor dari urusan kompleks pemanasan global. Meski benar-benar tatkala 15 thn terakhir, keadaan bumi sedang berada dalam rentang penurunan gerakan global warming, tapi dampak penurunan pemanasan global yg diciptakan oleh kejadian letusan gunung berapi tidak ingin bersi teguh lama seandainya tidak ada lagi letusan nomor wahid volcano lagi seperti yg berlangsung kepada letusan gunung api dahsyat Pinatubo di Filipina kepada 1991 silam.
Tidak Sedikit ilmuwan memprediksi hri ini resiko pemanasan global tak sempat mogok keseluruhan, dapat namun sedang “bersembunyi “ di laut dalam. Peningkatan suhu panas dunia yg berlangsung sekian banyak thn terakhir disebabkan oleh meningkatnya suhu panas laut yg berlangsung sampai kedalaman 700 m dibawah permukaan laut.
(CAL)
img : dawn.com
Previous
Next Post »
0 Komentar