Senyum dan Optimisme Rohingya Riuhkan Integrated Community Shelter, Aceh Utara

20.52
Senyum dan Optimisme Rohingya di ICS Aceh Utara
Seberapa tidak sedikit waktu-waktu bernilai yg diberikan Allah selagi 24 jam sukses Kamu lewati bersama berbagai urusan baik? Barangkali tidak jarang di antara selingan ketika 24 jam itu terselip urusan tak mutlak, tidak mengambil manfaat sama sekali. Betul bukan?
Keadaan itulah yg dahulu, sekian banyak bln silam jadi adat keseharian beberapa orang Rohingya di tanah kelahiran mereka bumi Arakan, Myanmar. Kehidupan semu & menjemukkan lantaran tidak ada tugas, tiada penghidupan yg patut tiap-tiap hri mesti mereka lakoni ditengah desakan ekstrem dari mayoritas Buddha di Provinisi Rakhine, Myanmar. Rasa terkucil & tertindas itulah yg hasilnya mengambil mereka terpaksa melewati Samudera, menjangkau tanah negeri lain bersama cita-cita kehidupan yg lebih patut meski dgn status pengungsi.
Keadaan berbanding terbalik 180 derajat terlihat nyata di Komplek Integrated Community Shelter (ICS) Tindakan Langsung Tanggap (ACT) Blang Adoe, Kuta Makmur, Aceh Utara. Mampu dijamin, hari-hari sahabat Rohingya yg diselamatkan masyarakat Aceh & ditempatkan di ICS terjadi penuh dinamika. Kesan Komplek yang merupakan ruang penampungan hilang sama sekali, namun lebih yang merupakan rumah tinggal orang Rohingya bersama alat kumplit pula kegiatan yg dinamis & bervariasi.
Sila teliti serentak & jenguk Komplek ICS tersebut, niscaya Kamu tidak menonton di dalamnya beberapa orang yg diam, atau yg terjebak kebosanan. Andai ICS dikelola tanpa visi pemberdayaan, komplek itu tidak ubahnya macam penjara : beberapa orang yg lesu di kamarnya masing-masing, menunggu jatah makan, tidur, berolah-raga, & tradisi lain yg bisa jadi menjemukan.
Tapi bersama ide yg visioner, Komplek tersebut berikan pelayanan terhadap pengungsi, maka dengan cara psikologis mereka tidak merasa sedang ditampung, atau dilayani. Sesuatu yg bagi manusia normal, terasa menjatuhkan harga diri. Anak-anak remaja & dewasa tiap-tiap hri “bersekolah” di Masjid Arakan, yg terletak cocok di tengah Komplek. Ada yg menuntut ilmu membaca Al-Quran, menggali ilmu Bahasa Inggris, mencari ilmu Bahasa Indonesia, mencari ilmu Matematika.
Anak-anak remaja wanita, sebahagian menuntut ilmu memasak dengan cara mandiri di depan shelternya. Ada yg asyik memasak ayam gulai, menciptakan sayur sup, roti cane, menyambal, & sebagainya. Anak lelaki & wanita yg telah pass usia, bahkan sekian banyak minggu yg dulu dinikahkan dengan cara massal oleh ustadz mereka sendiri, Muhammad Yunus, di satu buah akhir minggu yg riuh, penuh oleh fasilitas yg meliput histori langka tersebut.
Hal-hal yg tercerabut dari Rohingya akibat kezaliman rezim Myanmar, dengan cara perlahan dipulihkan. Kegiatan-kegiatan positif dgn memakai momen-momen tertentu, seperti Hri Raya Idul Fitri, peringatan Hri Kemerdekaan Republik Indonesia, amat sangat baik & butuh. Sebentar lagi, Hri Raya Idul Adha serta akan meramaikan Komplek. Sebanyak sapi Aceh dari para pekurban dari Global Qurban ACT bakal disembelih di Komplek, share bersama-sama bersama relawan & penduduk Aceh kira kira Komplek, niscaya dapat menambah keceriaan.
Terkait pemberdayaan, ACT saat ini nyaris tuntas membangun bangunan pasar dalam wujud 9 toko & membangun kandang buat penggemukan sapi . Pasar di dalam Komplek dapat jadi fasilitas jalinan ekonomi antara penghuni Komplek bersama penduduk Aceh yg kelak dapat berdagang bersama memakai toko-toko tersebut. Beberapa Orang Rohingya dapat berbelanja dari gaji juga sebagai pekerja di bisnis peternakan sapi yg dibangun ACT.
Integrated Community Shelter (ICS) Rohingya di Aceh juga hasilnya sanggup jadi pilot project yg melesatkan nama Indonesia di kancah NGO dunia. “Visi pengelolaan pertolongan yg memberdayakan utk pengungsi Rohingya yg amat visioner ini, amat mengundang apresiasi mitra-mitra ACT dari NGO luar negara. Mereka mengharapkan gagasan ini dapat diduplikasi buat meringankan beberapa orang yg akibat beragam lantaran terpaksa mesti jadi pengungsi,” papar Rudi Purnomo, Manajer Global Partnership Network ACT.
Previous
Next Post »
0 Komentar