Laut Mediterania, Saksi Kematian Bayi dan Anak-anak Pengungsi Suriah

20.11
Laut Mediterania Menjadi Saksi Pengungsi Suriah
Sekian Banyak saat dulu kisah berkaitan Aylan Kurdi seketika mengejutkan penduduk dunia. Aylan yaitu seseorang bocah yg ditemukan tewas di pesisir laut Turki akibat tenggelamnya kapal pengakut tanpa izin pengungsi Suriah. Publik terhenyak menonton bencana kemanusiaan Pengungsi Suriah nyatanya demikian menampar nurani & empati. Puluhan ribu pengungsi Suriah terpaksa melarikan diri dari negaranya, mengarungi lautan Mediterania menuju tanah Eropa, cuma memanfaatkan perahu karet mungil sarat muatan. Terhempas ombak sedikit saja, akbar mungkin perahu mereka terbalik & tenggelam.
Seperti yg berlangsung di minggu ke-2 September dulu, dilaporkan oleh page National Geographic, tidak kurang dari tiga puluh empat pengungsi, separuh diantara merupakan bayi & anak-anak mesti meregang nyawa dalam dinginnya perairan Laut Mediterania, dikala kapal pengungsi yg mereka tumpangi tenggelam di dekat kepulauan Yunani. Insiden ini, menurut catatan sarana Eropa, ialah kasus kecelakaan perahu pengungsi Suriah yg paling tidak sedikit menelan korban sejak perdana kali krisis imigran menyeruak di Eropa.
Tidak pelak lagi, kejadian tenggelamnya kapal pengungsi Suriah jadi kisah ironis yg terekam dalam peristiwa laut mediterania. Jadi saksi kematian bayi & anak-anak pengungsi Suriah. Laporan dari Natgeo melansir, ada empat bayi, enam anak wanita umur balita, & tiga gadis perempan yg wafat tenggelam kala kapal perahu mereka yg mengangkut beberapa ratus pengungsi Suriah terbalik & tenggelam di perairan kurang lebih pulau Farmakonisi, perairan Turki.
Tapi, kisah perahu terbalik di Yunani itu hanyalah sebahagian mungil dari rangkaian narasi ironis yang lain diwaktu puluhan ribu orang, sebahagian besar nya adalah pengungsi Suriah nekat mengarungi lautan dari Turki. Nekat sebab mereka berada di perahu seadanya dibawah jaringan penyelundup manusia, bersama keadaan seadanya menghantam kerasnya laut Mediterania.
Perjalanan mereka sebetulnya singkat, tidak seekstrem lautan yg mesti diseberangi oleh pengungsi Rohingya di Asia Tenggara. Tapi perjalanan pengungsi Suriah di laut Mediterania terang amat sangat berbahaya. Mereka berlayar bersama memanfaatkan perahu-perahu mungil sarat muatan. Bahkan ada yg cuma memanfaatkan perahu karet sobek, mungil, & rapuh.
Sampai hri ini, arus pengungsi korban konflik yg menyebrang nekat ke tanah Eropa telah tidak sanggup lagi diabaikan. Tiap-tiap harinya, ada ribuan orang pengungsi, baik dari pengungsi Suriah ataupun pengungsi korban konflik Afrika seperti konflik Libya & Somalia yg mesti meregang nyawa dalam perjalanan berbahaya menantang maut, melewati lautan Mediterania.(CAL)
img : latimes.com
Previous
Next Post »
0 Komentar