Fakta dibalik Terbakarnya Hutan Lindung Gunung Lokon

20.20
Kebakran Hutan Lindung Gunung Lokon
Belum usai Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) lakukan operasi pemadaman kebakaran hutan di Propinsi Riau & Kalimantan. Info mengejutkan datang dari Gunung Lokon di Sulawesi Utara. Kali ini bukan lagi berkenaan erupsi Gunung Lokon yg pernah menyembur sekian banyak dikala dulu, tetapi berkaitan terbakarnya hutan lindung Gunung Lokon.
Dikutip dari beraneka sumber, Gunung Lokon di Tomohon Sulawesi Utara terhadap Rabu (23/9) sore hri. Dari kejauhan kelihatan api yg amat sangat gede & liar melalap lereng Gunung Lokon tidak dengan mampu dikendalikan. Api membakar semak belukar & pepohonan yg berada dalam lingkungan vegetasi hutan lindung Gunung Lokon.
Keadaan puncak Gunung Lokon yg mempunyai ketinggian tidak terlampaui tinggi ini (1.580 meter atau 5.184 kaki di atas permukaan laut) menyebabkan api agung yg melalap lereng Lokon teramat terang tampak dari kejauhan. Dikutip dari page Kompas.com, kebakaran nampak terang dari arah jalan penting yg berada di wilayah pemukiman penduduk serasi di lereng paling bawah Gunung Lokon. Api yg melalap pinggang Lokon ini sontak mengundang perhatian masyarakat.
Bahkan kala perdana kali menyaksikan api membakar pinggang gunung di antara temaramnya senja sore hri, masyarakat lebih kurang mengira bahwa Gunung Lokon kembali erupsi & mengeluarkan lava pijar, tapi nyata-nyatanya api yg tampak dari kejauhan itu yakni api yg membakar ruangan hutan lindung Gunung Lokon.
Menurut paparan Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon, api yg membakar hutan lindung Gunung Lokon melebar amat sangat luas ke seluruh penjuru mata angin. Kepada awalnya cuma arah utara & selatan, tapi hasilnya kebakaran meluas sampai ke sektor timur & barat sampai hasilnya api sudah melingkari seluruhnya pinggang Gunung Lokon.
Dari page Kompasiana, satu orang penulis bernama Tri Lokon mengabarkan bahwa kebakaran hutan di lereng Gunung Lokon meluas sampai jelang lubang kawah Tompaluan & mencapai puncak gunung. Akibatnya, kebakaran Lokon ini menyerupai cincin merah di tengah pekatnya tengah malam yg menghiasi Gunung Lokon.
Kepada awalnya, tetap dikutip dari Kompas, Pos Pemantau Gunung Api Lokon menyampaikan bahwa api perdana kali terdeteksi di dekat perkebunan penduduk di ruang kaki gunung. Tetapi hasilnya sesudah sekian banyak kali proses pemadaman yg amat melelahkan, api yg membakar Gunung Lokon sudah sukses dipadamkan seputar 72 jam pasca mula-mula kali api menyambar.
Tapi nyata-nyatanya, bukan kali ini saja tempat lereng Gunung Lokon mengalami kebakaran. Masyarakat kurang lebih mengemukakan, nyaris tiap tahunnya di periode kemarau hutan lindung di Gunung Lokon tentu terbakar. Namun, terbakarnya hutan lindung Gunung Lokon di thn ini yakni yg paling besar sepanjang sekian banyak th terakhir. (CAL)
img : kompasiana.com
Previous
Next Post »
0 Komentar