Sudah Setahun Berlalu, Global Qurban Sebarkan Bahagia hingga Wilayah tak Berlistrik Pelosok Jawa Barat

20.10
Distribusi Qurban Global Qurban
Jalanan belum sanggup dilalui kendaraan roda empat, itupun mesti bersama ojek melewati tanjakan terjal berbatu & kiri-kanannya jurang. Bagi yg belum terbiasa, serasa menyabung nyawa melintasinya.
Dusun Cilingga sanggup jadi fakta timpangnya pembangunan negara ini. Tasik yakni wilayah Kab yg sesungguhnya tidak jauh dari kedudukan para pengambil kebijakan, kenapa tetap ada wilayah yg kalis dari “gurihnya” menikmati hasil pembangunan?
Jadilah penduduk Dusun Cilingga bergelap-gelapan di ketika tetangganya di Desa Cipicung jelas dgn listrik. Mereka terpaksa menerangi tengah malam hri dgn lampu minyak, lampu petromax, atau seandainya ada yg sanggup, dapat nikmati jelas listrik dari generator listrik berbahan bakar solar.
Entah kenapa listrik tidak kunjung masuk di sini. Tapi jumlahnya teori dari penduduk sekitarnya yg paling shahih, akses ke Cilingga gemilang sulit yakni lantaran penting kenapa setahun dulu, listrik dari Perusahaan Listrik Negeri cuma angan kosong di Cilingga. Global Qurban yg meliput prosesi distribusi daging qurban buat penduduk Tasikmalaya, merasakan susahnya menjangkau Dusun Cilingga.
Bila ditarik garis lurus, Cilingga cuma terpaut kurang lebih 90 km dari Kota Tasik. Satu setengah jam perjalanan dari kota Tasikmalaya menyusuri lintas Karang Nunggal-Cipatujah seterusnya berbelok membawa arah ke Kecamatan Culamega.
Dari Culamega, kendaraan roda empat tidak berdaya menapaki jalur curam Culamega-Cilingga. Motor bebek atau berlangsung kaki ialah pilihan yg tidak mampu dielak. Kelok tajam, turun & naik nyaris menempa segi 45-60 derajat kemiringan, dgn tebing curam & keadaan jalan yg rusak parah, berlubang, licin, pass utk membangkitkan adrenalin sampai ke titik puncaknya.
Utk thn dulu, distribusi qurban sampai ke CIlingga, Tim Global Qurban dibantu penduduk Cintabodas mengambil empat ekor kambing qurban yg diangkut di atas satu motor, pada awal mulanya kambing qurban sudah disembelih di Desa Cintabodas. Perlu kira kira satu jam perjalanan melepas adrenalin menapaki lintasan ekstrem Culamega-Cilingga. Setiba di Cilingga, sambutan senyum syukur merekah dari sekian banyak penduduk Cilingga yg kebetulan sedang berada di luar rumah.
“Alhamdulillah, kami haturkan trimakasih atas pertolongan qurban dari Global Qurban ACT. Hasilnya ada kebahagiaan utk kami warga di Cilingga, yg tadinya tak ada, hasilnya kini kami sanggup makan daging di hri qurban. Betul-betul aku terima dgn gemar hati, mudah-mudahan berguna bagi yg menerima & mudah-mudahan berguna bagi yg memberinya,” tutur syukur dari Sugiyanto, satu orang penduduk pendatang dari Jawa Timur yg jadi tokoh penduduk di Cilingga.(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar