Ini Alasan Mengapa Muhammadiyah Beda Jadwal Idul Adha dengan Pemerintah

20.39
20150616201552-menteri-agama-umumkan-1-ramadan-jatuh-pada-kamis-18-juni-2015-003-isn
Memasuki minggu ke-2 September ini, pengerjaan Idul Adha 1436 H tinggal menghitung hri. Kurang dari 7 hri ke depan, warga muslim di seluruhnya dunia dapat laksanakan perayaan hri agung Islam, Idul Qurban 1436 H/ 2015 Masehi. Menyangkut penetapan tanggal pengerjaan idul qurban ini, Kementerian Agama telah menggelar sidang isbat di Jakarta kepada Ahad Tengah Malam lalu(13/9). Putusan sidang isbat yg dilakukan dengan cara tertutup itu pula telah jadi ketetapan bulat sikap pemerintah biar diikuti oleh seluruhnya penduduk Indonesia.
Hasil sidang isbat yg dihadiri oleh bermacam tokoh agama Islam, sekian banyak perwakilan kedutaan gede negeri Islam di Indonesia, sampai pimpinan puluhan organisasi periode Islam itu memutuskan kapan sesungguhnya awal bln Dzulhijjah, yg nantinya dapat ketahuan kala hri Puasa Aarafah & Idul Adha di th ini. Sesudah lewat diskusi & laporan pegamatan bln baru atau hilal, hasilnya Direktur Jenderal Bimbingan Islam Machasin & Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam memutuskan bahwa Idul Adha 1436 Hijriah/2015 Masehi jatuh terhadap Kamis, 24 September, seperti yg dikutip dari page Republika Online. Sementara itu, sekian banyak waktu diawal mulanya, ormas paling besar di Indonesia, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Idul Adha thn 2015 ini jatuh terhadap hri Rabu, 23 September 2015.
Terkait adanya perbedaan itu, pihak Muhammdiyah serta sudah mengeluarkan alasannya kenapa ormas Muhammadiyah beda jadwal Idul Adha bersama pemerintah. Dikutip dari page Tempo.co, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memaparkan bahwa Muhammadiyah & pemerintah mampu berlainan penentuan Idul Adha lantaran perbedaan perhitungan disaat saja.
Seperti yg ketahuan, tiap tahunnya Muhammadiyah benar-benar memakai tuntunan perhitungan lewat Hisab, sedangkan pemerintah memakai rukyat. Terkait perbedaan metode ini memang lah tidak ada masalah. Sebab keduanya dalam Islam disebut juga sebagai ijtihad, atau upaya bersungguh-sungguh bersama nalar berdasarkan tuntunan dari Al-Quran & Sunnah Rasul.
Metode Hisab yg dimanfaatkan oleh Muhammadiyah dalam tentukan diwaktu pengerjaan Idul Adha ialah bersama trick matematis & astronomis utk memperkirakan posisi matahari & bln kepada bumi. Kepada kenyataannya Ilmu astronomi dalam kajian agama islam amat sangat berpengaruh, sebab perhitungan pada matahari difungsikan juga sebagai patokan masuknya ketika salat, juga penentuan diwaktu berpuasa. Sedangkan perhitungan pada bln dilakukan utk tentukan masa masuknya bln baru dalam kalender hijriah.
Sedangkan metode yg diperlukan oleh Pemerintah yaitu Rukyat, atau dijelaskan sbg kegiatan mengamati & menilik visibilitas hilal atau penampilan hilal. Hilal yakni tampilan bln sabit (bln baru) yg kelihatan mula-mula kali sesudah terjadinya fenomena ijtimak (konjungsi).
Tempo Hari, di disaat sidang sibat Pemerintah, seluruhnya wilayah telah melaporkan mereka tak menonton hilal. Lantaran tak menonton Hilal, sehingga Pemerintah menggenapkan bln Dzulqaidah & menetapkan pembuatan Idul Adha thn 2015 terhadap tanggal 24 September 2015.(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar