3 Pernyataan Tokoh Indonesia atas Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa

21.11
Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa
Diantara riuhnya penderitaan puluhan ribu pengungsi Suriah yg mendesak masuk ke tanah Eropa. Sepekan tempo hari publik kembali dikabarkan menyangkut konflik jangka panjang yg kelihatan tidak sempat usai. Israel dikabarkan sudah lakukan penyerangan pada sekumpulan pemuda Palestina di dalam masjid Al Aqsa. Diberitakan oleh kantor informasi CNN, tentara Israel menyerbu masjid Al-Aqsa terhadap Pekan minggu dulu, serangan itu melukai 20 orang pemuda Palestina & merusak sekian banyak bidang masjid Al-Aqsa.
Tentara Israel berdalih bahwa serangan itu dilakukan utk membalas lemparan batu & kembang api dari para pemuda Palestina yg berada di dalam masjid. Kepada mulanya konflik berawal diwaktu sekumpulan pemuda Palestina geram menonton umat Yahudi ketahuan memanfaatkan Masjid Al-Aqsa yang merupakan lokasi ibadah terhadap tengah malam thn baru Yahudi minggu dulu. Padahal dilansir oleh Reuters & CNN, Berdasarkan kebijakan yg diambil Israel da Palestina sejak 1967 silam, penduduk Yahudi memang lah diperbolehkan masuk ke wilayah Masjid Al-Aqsa, tetapi dilarang beribadah.
Menyikapi serangan tentara Israel yg membalas lemparan batu dari pemuda Palestina itu. Tindakan Segera Tanggap (ACT) dengan puluhan hal dari dinas & ormas Islam, Jum’at (18/9) minggu dulu, sesudah shalat jum’at, berkumpul menyebutkan sikap menentang perbuatan penistaan yg dilakukan tentara Zionis Israel & para pemukim tanpa izin Israel kepada Masjid Al-Aqsa. Program digelar di Masjid Akbar Al-Azhar, Kebayoran baru, Jakarta, diinisiasi oleh Asia Pacific Community for Palestine/ASPAC.
Berikut 3 opini tokoh Indonesia yg hadir dalam jumpa itu atas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa :
1. Saiful Bahri, MA (37), Ketua ASPAC, menyebut seluruhnya Umat Islam didunia mesti aware pada permasalahan ini, janganlah hingga seperti agresi militer di Gaza, umat Islam aware seandainya telah diangkat media-media saja. Seperti sampel fakta mengenai dibawah Masjid Al-Aqsa telah ada galian lama, tapi kitapublik dunia baru aware saat ini ketika telah berlangsung.
2. Heri Efendi (37), Sekretaris Umum, Komite Nasional buat Rakyat Palestina (KNRP), punya anggapan pentingnya tokoh dinas & ormas Islam menciptakan Opini sikap seperti ini, sebab jelasnya keadaan Al-Aqsa ini telah mengarah kepada pelanggaran HAM.
“Di Humanitarian Internasional itu mengemukakan tempat-tempat bersejarah apalagi ruang ibadah itu dilindungi dengan cara hukum & yg dilakukan Israel itu telah melebihi batas…! menutup lokasi ibadah seterusnya berbuat brutal di sana bahkan menahan beberapa orang yg telah ada di sana,” tegasnya.
3. Fahmi Salim, MA, Wakil Sekjen Majelis Intelektual & Ulama Jejaka Indonesia/MIUMI Pusat, mengemukakan eskalasi penistaan kepada Masjid Al-Aqsha oleh Zionis Israel belakangan ini berlangsung ditengah fenomena perselisihan antar umat Islam, baik dalam persoalan politik, ataupun persoalan khilafiyah (perbedaan pernyataan). Tuturnya perselisihan internal umat Islam digunakan Israel yang merupakan momen menggempur habis-habisan Al-Aqsha. (CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar