Begini Cara Pengungsi Rohingya Menyambut Idul Adha nan Berkah

19.49
Idul Adha Rohingya di Aceh
Kamis (24/9) cocok pukul 08.30 pagi Disaat Indonesia Barat, takbir perdana disusul oleh getaran takbir berikutnya bersahutan di komplek Integrated Community Shelter (ICS) ACT di Blang Adoe, Kuta Makmur Aceh Utara. Hri itu, tangisan haru & bahagia bercampur aduk dalam nuansa takbir yg menggema ke semua wilayah Blang Adoe. Tangis haru itu kelihatan terang dalam hati & raut wajah beberapa ratus orang pengungsi Rohingya. Thn ini, yakni peluang mula-mula mereka utk merasakan nikmatnya bahagia idul adha di negara orang, Aceh Darussalam. Usai khutbah shalat Idul Adha tuntas ditunaikan, beberapa ratus jamaah masjid Arakan di dalam ICS sontak langusng berjabat tangan, bepelukan, & bertangisan.
Rasa haru yg mereka rasakan yakni puncak dari segala emosi yg telah terpendam lama dalam hati. Th ini merupakan momen mereka mampu merayakan kumplit dua hri raya gede umat Islam dalam kebahagiaan & keamanan penuh. Sekian Banyak bln dulu, rasa bahagia mereka memuncak waktu merayakan hri raya Idul Fitri. Selanjutnya tempo hari, tangis haru juga meledak lantaran dapat merasakan bahagia dgn Idul Adha.
Pembuatan Shalat Idul Adha di shelter pengungsi Rohingya tidak sama dgn pembuatan Idul Adha di Indonesia kepada rata-rata. Muslim Rohingya di dalam shelter mengawali shalat Ied sejak pukul 08.30 WIB, atau tidak sama satu jam bersama diwaktu Shalat Idul Adha di Aceh yg terjadi pukul 07.30. sekarang mengikuti kebiasaan & rutinitas warga Rohingya di tanah kelahiran mereka, Rakhine, Myanmar.
Hafidz Yunus, yg serta pengungsi Rohingya bertindak sbg khatib shalat Idul Adha. Hafidz Yunus mengupas kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS & Nabi Ismail AS. Keikhlasan ke-2 nabi mengutamakan kecintaan terhadap Allah SWT maka perayaannya diikuti umat Islam sampai sekarang juga sebagai wujud ketaqwaan Pada-Nya.
Usai shalat, Tindakan Segera Tanggap menuntaskan bahagia mereka para Rohingya & masyarakat kira kira shelter di Blang Adoe dgn menyembelih keseluruhan banyaknya 41 ekor sapi di ICS. Usai penyembelihan, daging sapi qurban itu didistribusikan ke pengungsi Rohingya & sebahagian penduduk Aceh Utara & Lhokseumawe. Keseluruhan ada ribuan kantong daging yg didistribusikan merata buat pengungsi Rohingya & warga Aceh yg telah bahu membahu meringankan kehidupan muslim pengungsi Rohingya.
Di tengah malam diawal mulanya, takbiran di ICS serta diramaikan oleh para wanita Rohingya yg sibuk menyiapkan menu kusus utk menyongsong perayaan idul adha.
Seseorang penghuni Integrated Community Shelter (ICS) Humera Begum (15) tampak sibuk mengolah Lorifera. Tipe makanan berbahan basic tepung beras, satu buah masakan khas penduduk Rohingya utk menyongsong hri hri akbar Islam.
Demi masakan ini bahkan pengungsi Rohingya rela menggantikan pertolongan kain sarung dari donatur. Mereka mengolahnya bersama suasana kegembiraan menyongsong Hri Raya Idul Adha di sela-sela gema takbir.
Nyaris tiap-tiap pintu (keluarga) di ICS, sampai larut tengah malam, Rabu (23/9), sibuk memasak menu ini bersama membawa bahan bakar kayu dari apa yg ada disekitar area ICS. Mereka memasak diatas tungku berbahan batu atau bata yg sebahagian dilapisi tanah, berlokasi di depan shelter mereka masing-masing.
Sungguh suasana haru yg tidak mungkin saja mereka rasakan kalau tetap berada dalam derita penindasan di tanah kelahiran mereka, Bumi Arakan, Myanmar.
(CAL)
Previous
Next Post »
0 Komentar