2 Rangkuman Bencana di Indonesia tahun 2015 Versi BNPB

19.58
rangkuman-bencana-alam-2015
Menjelang tutup thn, rangkaian bencana alam yg menghantam Indonesia di th 2015 ini telah mulai sejak dikumpulkan statistik & catatannya oleh Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana. Jikalau diingat kembali satu thn ke belakang, bencana alam di Indonesia yg paling jadi trending topic publik yaitu bencana kemarau panjang & kabut asap. Sejak Agustus sampai akhir Oktober 2015 kabut asap akibat kebakaran hutan konsisten jadi bahan diskusi publik di seluruh saluran yg dipunyai, baik di linimasa sarana sosial, forum-forum internet, sampai ke dalam diskusi hunian tangga.
Wajar saja, dikarenakan kasus kebakaran hutan & kabut asap di thn 2015 tempo hari diperkirakan jadi catatan bencana kebakaran hutan ter buruk di Indonesia sejak sekian banyak dekade terakhir.
Lantas gimana version ringkasan kebencanaan th 2015 menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana? Berikut yaitu 2 kesimpulan bencana di Indonesia buat th 2015, catatan dikumupulkan oleh Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana, & dikutip dari pemberitaan Kompas :
Skala Bencana yg berlangsung di 2015 nyata-nyatanya lebih mungil ketimbang bencana thn 2014
Bukti mula-mula ini disimpulkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama menyaksikan hitungan jumlah korban & resiko kerugian yg timbul akibat bencana alam. Menurut Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Info & Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Bencana alam di thn 2015 jumlah kerugiannya menyusut 20 prosen di bandingkan th 2014 dulu. Dari keseluruhan 1.582 kejadian bencana, terdapat 240 korban tewas, 1,18 juta jiwa pengungsi, 24.365 satuan hunian yg rusak & 484 media umum yg rusak. Pengurangan jumlah kerugian akibat bencana alam ini disimpulkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana sbg kesuksesan dari upaya pengurangan risiko bencana atau mitigasi bencana yg diterapkan oleh populasi penduduk lokal. Artinya dengan cara perlahan penduduk lokal Indonesia telah mulai sejak siap menghadapi risiko bencana bersama resources yg mereka punyai.
Sebaran tempat bencana alam terparah & paling tidak jarang berjalan ada Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat & Aceh.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, nyata-nyatanya kawasan di Indonesia yg paling tidak jarang dihantam bencana alam masihlah didominasi oleh kawasan di Pulau Jawa. Sebaran bencana didominasi di wilayah jateng, jatim, ja-bar, Sumatera Barat & Aceh. Kerugian paling besar akibat bencana alam di kawasan Pulau Jawa mampu dimaklumi lantaran jadi wilayah fokus warga yg padat, menambah tinggi risiko kerugian bencana. Sepanjang 2015 sejarah bencana tetap didominasi banjir, tanah longsor & puting beliung. Utk wilayah Kab, gempa bumi seringkali berlangsung di Bojonegoro, Cilacap, Sukabumi, Sawahlunto, & Temanggung. Sementara itu, kerugian materi akibat hantaman bencana di seluruhnya Indoenesia diperkirakan mencapai angka yg gemilang Rupiah 221 Trilun! Angka ini kira kira ¼ dari APBN Indonesia tiap tahunnya.(cal)
img : tempo.co
Previous
Next Post »
0 Komentar