Janji dan Komitmen Komunitas Kemanusiaan di Hari Anti Korupsi Se-Dunia

19.08
Komitmen Anti Korupsi
Sanggup dibilang Indonesia yaitu salah satu negeri di Asia dgn kasus korupsi yg tetap terdeteksi & terjadi tidak dengan henti. Satu Buah prestasi tidak baik memang lah, tetapi di balik beberapa ratus sampai ribuan kasus korupsi yg berlangsung di negara ini, Indonesia serta jadi negeri bersama tindakan pemberantasan korupsi paling kompleks. Bermacam Macam trick dapat dilakukan buat menghimpun visi pemberantasan korupsi.
Tatkala sekian banyak th terakhir pula, Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang merupakan garda terdepan pemberantas korupsi di Indonesia tetap gencar mengkampanyekan aktivitas anti korupsi dgn mengajak beraneka aspek penduduk. Satu business yg pass berpengaruh & menjaring tidak sedikit nada buat memasifkan kampanye anti korupsi diwujudkan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam gelaran akbar Festival Anti Korupsi di hri anti korupsi sedunia yg jatuh kepada 9 Desember dulu.
Th ini penyelenggaraan Festival Anti Korupsi dilakukan besar-besaran di Kota Bandung. Kota kreatif yg penuh dgn warna-warni anak jejaka.
Terkecuali menggandeng ribuan populasi anak belia dari Bandung & kota-kota lain di Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi pula mengajak beraneka ragam komune yg bergerak di urusan kemanusiaan. Salah satunya merupakan Tindakan Langsung Tanggap (ACT). Bahkan pada kesempatan festival anti korupsi 2015 ini ACT bergabung dalam “Konsorsium Komune Anti korupsi 2015”.
Keberagaman komune di Bandung jadi nilai tambah dalam penyebaran nilai integritas biar jadi lebih luas, lebih dalam & menyentuh segala lapisan penduduk. Factor ini karena beragamnya gerakan dari komunitas-komunitas tersebut mulai sejak dari seni, pendidikan, technologi, lingkungan, keagamaan, & sebagainya, yg mempunyai ruang cakupannya masing-masing pula menyebar merata di Bandung. Seluruhnya bagian yg bersentuhan dgn kemanusiaan itu, serta mesti bersih dari korupsi.
“Ini telah th ke-2 Kampanye Hri Anti Korupsi Internasional (HAKI), sejak 2014 di Yogyakarta. Pihak ACT diminta Komisi Pemberantasan Korupsi utk mengelola komunitas-komunitas di Bandung, termasuk juga dalam mengelola keuangannya, fundraising, & pelaporan-pelaporan keungannya,” terang Dwiko Hri Dastriadi, Penanggungjawab Acara dari ACT.
Nantinya, fungsi dari Konsorsium ini ialah berkomitmen buat laksanakan kegiatannya seperti memanfaatkan prinsip Instansi profesional & transparan, maka sanggup berkembang sehat, sebab rajin berikan laporan keuangan ke publik.
Festival Anti Korupsi yakni momentum menggandeng seluruhnya perihal buat supaya terhindar dari dosa korupsi. Jadi kegiatan masif yg tidak cuma bersifat partisipatif, kolaboratif, & berkelanjutan, namun bisa menggerakan perubahan dari tabiat negatif jadi positif, terutama dalam ruang-ruang publik/ layanan publik.(act.id)
Previous
Next Post »
0 Komentar