Beda antara Genangan Air dan Banjir

23.27
banjir-jakarta
Menjelang perubahaan th 2015, mendung terlihat konsisten menggelayut diatas langit Jakarta. Langit mendung pula disikapi bermacam oleh masyarakat Jakarta. Bagi masyarakat Jakarta yg teratur tiap tahunnya dilanda banjir, mendung ialah pertanda jelek. Kalau hujan deras turun dalam sekian banyak jam berikutnya, sehingga persiapan penanggulangan banjir mesti langsung diupayakan. Tapi bagi sebahagian penduduk Jakarta yang lain yg tidak sempat tergenang banjir, langit mendung yg menggelayut seharian diatas Jakarta yakni elemen biasa yg tidak berarti apa-apa.
Seperti prediksi yg dikeluarkan oleh Tubuh Meterologi Klimatologi & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika), puncak periode hujan di Jakarta diikuti oleh puncak hujan di kota-kota komuter sekitarnya bakal berlangsung seputar awal bln Januari th 2016. Puncak masa hujan berarti info jelek yg dapat berhenti bersama genangan atau lebih parah lagi : banjir. Intensitas hujan yg turun makin deras dapat jadi pembuktian bagi berbagai kiat yg telah dilakukan oleh Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) utk mengurangi resiko banjir di Ibukota Jakarta.
Tapi, sebelum masuk ke dalam fase puncak masa hujan Jakarta, sebahagian jalan-jalan panjang & jalan protokol di Ibukota dilaporkan telah sejak mulai tergenang oleh air pasca hujan deras. Tengok saja macam mana keadaan jalan panjang yg berada di kawasan Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat pasca hujan deras membasahi wilayah Jakarta. Jalan serentak tertutup bersama air. Tergenang dikarenakan air hujan tidak mengalir ke bawah tanah tersumbat oleh buruknya drainase Jakarta.
Tapi uniknya, tertutupnya jalan oleh air hujan tidak sanggup diketagorikan yang merupakan banjir.
Factor ini ditegaskan oleh Kepala Lembaga Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan. Tuturnya, seperti dikutip dari page Kompas, bencana yg disebabkan pasca hujan deras di Jakarta tidak sanggup dikategorikan sbg bencana banjir semata. Tuturnya ada perbedaan yg terang antara “Genangan Air” & “Banjir” yg berlangsung di Ibukota.
Lantas apa beda antara genangan air & banjir?
Dijelaskan oleh Teguh Hendrawan, genangan air itu tidak sanggup diketagorikan yang merupakan banjir jikalau air perlahan surut cuma dalam tempo diwaktu sekian banyak jam. Kalau genangan air bersi teguh lebih dari 1×24 jam baru mampu dimasukkan dalam fase banjir.
Setelah Itu perbedaan mendasar antara banjir & genangan air terletak kepada seberapa tinggi ketinggian airnya. Seandainya air yg menggenang pasca hujan deras di Jakarta berada kepada ketinggian tidak lebih 40 cm sehingga dinamakan juga sebagai fase genangan air saja.
Lebih-lebih bila genangan air berada kepada ketinggian lebih dari 40 cm bahkan menyebabkan terjadinya pengungsian warga dalam skala yg lumayan akbar sehingga sanggup dinamakan sbg banjir.
Membedakan genangan air & banjir ini nantinya dapat tentukan seberapa gede atensi & pertolongan yg mesti diturunkan ke ruangan terdampak. (cal)
img : infonitas.com
Previous
Next Post »
0 Komentar