Fakta tentang Tragedi Ledakan Bom di Istanbul Turki

19.33

Berikut yakni 3 bukti berkaitan tragedi ledakan bom di Istanbul Turki :

Ledakan di Istanbul menewaskan 10 orang dan melukai 15 yg lain, sekian tidak sedikit dalam kondisi kritis

Berita terakhir dari Reuters menyebut, ledakan bom di tengah Kota Istanbul Turki sampai kini telah menewaskan 10 orang. Lewat rilisan resminya, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu serta menyatakan seluruh korban tewas dalam ledakan bom bunuh diri di jantung kota Istanbul, Selasa (12/1) ialah warga negara asing, sembilan orang yang tewas yaitu masyarakat negara Jerman. Sementara satu orang yg lain diketahui adalah penduduk kebangsaan Peru.

Ledakan bom terjadi di tengah Kota Istanbul, dekat alun-alun Sultanahmet antara masjid Biru dan Hagia Sophia

Keterangan banyak saksi mengemukakan bahwa bom bunuh diri di Istanbul ini terjadi begitu cepat tanpa ada tanda-tanda mencurigakan. Pelaku pengeboman belum ketahuan motifnya dan hingga tulisan ini diturunkan belum ada group manapun yang mengaku bertanggung jawab atas serangan teror itu. Namun dilansir Reuters, seluruh kecurigaan kini mengarah kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang diperkirakan jadi otak dari serangan bom bunuh diri itu. Identifikasi paling baru dari pelaku bom bunuh diri di Istanbul menunjukkan bahwa pelaku yaitu seorang laki laki berusia 28 tahun atau kelahiran 1988 silam.


Dipastikan tiada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban tewas dari ledakan bom Istanbul

Ledakan bom di Istanbul diakui oleh banyak pihak berpeluang jadi serangan teror yang fatal lantaran berjalan di pagi hari di tengah Kota dan di kawasan wisata landmark Turki yang terkenal, Hagia Sophia. Ribuan turis asing termasuk juga pun Indonesia berkumpul di kawasan ini. namun Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan tidak ada WNI menjadi korban dalam sejarah itu. Mayoritas korban tewas adalah warga negara Jerman yang sedang berlibur di Turki. Dalam kesempatan lain, Reuters melansir pendapat Angela Merkel selaku Kanselir Jerman diwaktu mendengar kabar tewasnya 9 warga Jerman dalama ledakan Istanbul. Menurut Merkel, tiada jeda dalam memerangi terorisme internasional.

Perang Suriah sewaktu sekian tidak sedikit bulan terakhir jadi ajang unjuk kapabilitas militer dari militer Rusia. Hanya sebab alasan Rusia yaitu sekutu erat Presiden Suriah Bashar al Assad, puluhan pesawat militer Rusia membombardir desa-desa yang sudah hancur karena perang Suriah.

Dalam satu kesempatan, Vladimir Putin mengemukakan, serangan mereka mengincar ISIS dan kelompok teroris. Tapi strategi serangan udara yang digencarkan Rusia di Suriah jelas punya potensi salah sasaran yang lebih luas. Sekali saja serangan rudal dan roket ditembakkan, luas wilayah kehancuran menjadi semakin luas. Menewaskan puluhan hingga ratusan penduduk sipil Suriah sekaligus.
sumber
Previous
Next Post »
0 Komentar