4 Point Baik tentang Lingkungan Hidup di Tahun 2015

20.39
kabar-lingkungan-hidup

Berhenti th 2015 dulu menutup pun bermacam catatan peristiwa yg terekam tatkala setahun. Mirisnya, tidak sedikit prediksi Instansi dunia yg menyimpulkan bahwa th 2015 yakni th yg menyedihkan. Ringkasan ini dipandang dari indikator keamanan, ekonomi, sampai lingkungan. Tidak sanggup dimungkiri bahwa kenyataannya memang lah th 2015 dilalui oleh penduduk dunia bersama rundungan kesedihan. Mulai Sejak dari berita pengungsi Rohingya yg terusir dari negaranya, perang Suriah yg tidak kunjung usai, perang Yaman yg masihlah konsisten bergejolak, sampai terhadap gempa Nepal, & resiko dari perubahan lingkungan yg makin mengkhawatirkan.
Tetapi, betulkan th 2015 cuma dilalui dgn kesedihan saja? Tidak adakah berita gembira yg terekam dalam thn 2015 tempo hari?
Bukti berkaitan th 2015 yg berhenti dgn tidak sedikit duka memang lah tidak dapat dielak, tapi nyatanya beraneka ragam perkembangan positif juga mewarnai hri demi hri di thn 2015 tempo hari, lebih-lebih terhadap urusan kepedulian lingkungan yg makin positif. Dari page Mongabay dikutip, berikut merupakan 4 informasi menggembirakan mengenai lingkungan hidup yg berlangsung sepanjang th 2015 :
Konferensi Perubahan Iklim Paris 2015 menjadi komitmen paling baik utk atasi perubahan iklim & kerusakan hutan
Masihlah teringat dalam benak, Konferensi Perubahan Iklim th 2015 dulu menjadi momentum paling baik nyaris seluruhnya negeri didunia, termasuk juga Indonesia buat dengan atasi perubahan iklim & kerusakan lingkungan yg makin memburuk. Walaupun benar-benar tidak sedikit kritikus yg memandang bahwa konferensi perubahan iklim Paris Desember 2015 dulu belum mampu memecahkan masalah, tetapi setidaknya beberapa ratus negeri di dunia telah berkomitmen buat meletakkan basic. Bahkan semua negeri yg berkomitmen dalam jumpa tingkat tinggi itu serta berjanji buat mengaplikasikan kebijakan yg tegas buat deforestasi hutan, atau penebangan hutan.
Deforestasi hutan hujan di Amazon menurun drastis sewaktu satu dekade terakhir
Tidak mampu dielak, kenyataannya produksi polusi dunia benar-benar makin memburuk, tetapi hutan hujan juga sebagai paru-paru dunia justru makin menipis dikarenakan deforestasi hutan sewaktu bertahun-tahun. Tengok saja gimana hancurnya hutan alami di Kalimantan dikarenakan ulah penebang liar. Tapi nyata-nyatanya info baiknya, page Mongabay rilis laju deforestasi hutan di Brazil menurun drastis dalam sekian banyak dekade terakhir, yg bisa jadi menyelamatkan 1.700 nyawa setahun. Dengan Cara total, sejak satu dekade terakhir, berjalan penurunan laju deforestasi hutan di Amazon. Catatan Mongabay menunjukkan, laju penggundulan hutan di Amazone th 2015 “hanya” mencapai kira kira 6.000 square kilometer per th. Menurun drastis bila di lihat dari catatan kerusakan hutan Amazone thn 2004-2005 silam yg mencapai 28.000 square kilo meter per th!
Perusahaan minyak Shell membatalkan upaya pengeboran di Kutub Utara
Kutub utara ialah wilayah diatas Bumi ini yg tidak sanggup dipunyai oleh siapapun. Kutub utara jadi titik acuan gimana keadaan pemanasan global terjadi sampai kini. Thn 2015 ini jadi berita gembira pasca perusahaan minyak Shell memutuskan membatalkan mengeksplorasi barangkali minyak Kutub Utara sesudah sumur-sumur eksplorasi mereka berikan hasil yg mengecewakan. Gagalnya Shell lakukan pengeboran di Kutub Utara ini serta akibat dari perlawan sengit yg dilakukan oleh aktivis lingkungan hidup utk mencegah kapal Shell lakukan pengeboran di Kutub Utara.
Pemerintah Amerika & Tiongkok berkomitmen tindak tegas perdagangan gading gajah
Gajah ialah hewan yg mengalami nasib menggenaskan tatkala th 2015 tempo hari. Angka kematian gajah buat dipasarkan gadingnya meningkat amat sangat drastis. Tidak butuh jauh-jauh menyaksikan keadaan miris gajah Afrika, di th 2015 tempo hari gajah Yongki yg tampil di video klip penyanyi Tulus ditemukan mati dgn gading terpotong. Menyadari keadaan semakin menipisnya populais gajah, Presiden Tiongkok Xi Jinping & Presiden Amerika Barack Obama mengeluarkan pengumuman dengan berjanji buat mengakhiri penjualan gading komersial di negeri mereka. sampai kini memang lah Tiongkok & Amerika Serikat yaitu dua pasar paling besar buat perdagangan global gading.(cal)
img by : The International Primate Protection League
Previous
Next Post »
0 Komentar