Jawa Bagian Selatan Rawan Gempa

18.55
cincin api
Seperti yang terjadi beberapa jam lalu, dilaporkan bahwa telah terjadi gempa dangkal namun dalam skala kecil, yaitu 3.9 skala richter pada pukul 13.12 WIB, tanggal 28 Mei 2015. Episentrum gempa berada di 15 km sebelah timur Jogja. Beberapa laporan gempa cukup terasa di wilayah Kota Jogja, guncangan yang dirasakan warga Yogya ini diduga akibat kondisi lapisan tanah kota Yogyakarta yang terdiri dari material muda sisa letusan Merapi.
Letak geologis wilayah selatan Pulau Jawa yang menjadi lokasi jalur patahan lempeng Australian dan lempeng Eurasia menjadi titik ancaman tertinggi lokasi gempa bumi di Pulau Jawa.
Titik rawan gempa bumi yang merembet sepanjang selatan Jawa dapat dijelaskan akibat subduksi lempang Australia yang terus mendesak ke utara lempeng Euarasia. Beragam catatan kejadian gempa besar terjadi di wilayah ini, seperti misalnya gempa Pangandaran di 2004 silam, dan gempa mematikan yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 lalu.
Para peneliti kegempaan di wilayah selatan Jawa memperingatkan ada banyak titik Seismic Gap diantara ratusan titik kegempaan yang rutin terjadi setiap bulannya di wilayah pantai Selatan Jawa. Secara pengertian Geologis, Seismic Gap ini memiliki potensi kegempaan yang besar, karena pada dasarnya patahan di titik ini sedang terkunci dan menyimpan energi besar.
Oleh sebab itu, rangkaian mitigasi bencana di wilayah Selatan Pulau Jawa tak bisa diabaikan. Sepanjang Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Pacitan, Madiun dll memiliki potensi kegempaan yang cukup berisiko tinggi mengingat aktifnya pergerakan lempeng di zona subduksi Australian dan Eurasia ini.
Jalur patahan yang melintang di antara pulau Jawa secara garis besar terdiri dari tiga patahan utama, yaitu sesar Cimandiri, Sesar Opak, dan Sesar Grindulu. Titik guncangan gempa yang menggoyang Yogyakarta siang tadi diperkirakan terjadi akibat pergeseran Sesar Opak. Seperti yang diketahui, Sesar Opak merupakan patahan aktif yang masih menyimpan energi besar di beberapa titik Seismic Gapatau lokasi yang selama bebeapa tahun tak mengalami aktivitas kegempaan namun sebetulnya sedang menyimpan energi dalam skala besar yang berisiko mengakibatkan gempa besar.
Gempa bumi memang tak dapat diprediksi, namun kemajuan ilmu pengetahuan yang demikian pesat seperti sekarang ini setidaknya mampu mengurangi dampak gempa sekecil mungkin. (ijal)
Previous
Next Post »
0 Komentar