Ada 4 Bencana Sosial di Indonesia

22.35


Tak hanya bencana alam yang berjejer menjadi ancaman nyata di Indonesia. Sederet bencana sosial pun jamak terjadi di negeri ini. Kekacauan akibat bencana sosial pun tak bisa dipandang sebelah mata. Bencana apapun akan menghadirkan kesulitan dan kepayahan. Mencegah dan mengurangi risiko bencana wajib menjadi bagian dari rutinitas masyarakat sehari-hari. Setidaknya dapat diawali dengan melihat dan mempelajari fakta bencana sosial yang rutin mengancam masyarakat, sebagai berikut:
1.      Kebakaran gedung dan pemukiman
Satu fenomena yang amat sering terjadi di Indonesia adalah bencana kebakaran gedung dan pemukiman. Utamanya terjadi di musim kemarau. Ketika udara, dan tanah berada dalam kondisi yang panas kerontang. Sedikit percikan api akan memicu kobaran besar yang akan berentet pada gedung dan pemukiman. Kecerobohan manusia biasanya menjadi penyebab utamanya bencana kebakaran gedung dan pemukiman. Kecerobohan membangun gedung atau perumahan yang tidak mengikuti standar keamanan bangunan yang berlaku, korsleting listrik, kompor meledak, api lilin yang menyambar benda mudah terbakar, menjadi penyebab utama fenomena bencana kebakaran gedung dan pemukiman. Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung dan sekitarnya sangat rawan terjadi kebakaran karena kepadatan penduduknya yang amat masif. 

2.      Kegagalan teknologi
Fenomena selanjutnya dari bencana sosial yang sering melanda negeri ini adalah kegagalan teknologi. Kasus nyatanya adalah bagaimana kegagalan pengaplikasian teknologi pengeboran tanah mengakibatkan lebih dari 25.000 jiwa mengungsi, tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur sejak tahun 2006 hingga kini. Selain itu, gagalnya teknologi dapat menimbulkan kebakaran, pencemaran bahan kimia berbahaya atau bahan radioaktif, kecelakaan industri, atau kecelakaan transportasi yang akan menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda.

3.      Konflik sosial
Kasus fenomena bencana sosial terakhir adalah konflik sosial. Tak dapat dipungkiri, kemajemukan bangsa yang memiliki ragam etnis dengan bahasa dan budaya yang berbeda-beda pula menjadi pemicu utama ketegangan-ketegangan sosial. Bila tak dapat diredam dan dikelola dengan semangat kebhinekaan, maka bencana sosial berwujud konflik pun tak dapat dielak. Perbedaan kepercayaan, perbedaan tingkat kesejahteraan, bahkan hingga perbedaan warna kulit dan ras yang mencolok pun akan dimanfaatkan oleh pihak-oihak provokator sebagai api ganas konflik dan kerusuhan. Belakangan, perbedaan nilai politik dan warna partai dalam nuansa demokrasi negeri ini pun mampu menjadi penyulut ekstrim kekacauan bangsa.
4.      Epidemi dan wabah penyakit
Kondisi demografis penduduk bangsa ini yang padat dan sebagian besar berada dalam garis kemiskinan menjadikan ancaman epidemi dan wabah penyakit semakin nyata mengancam. Kebiasaan sebagian masyarakat yang kerap kali tak bisa menjaga pola hidup sehat dan higienis pun menjadi jawaban mengapa banyak masyarakat terutama masyarakat marjinal yang terkena wabah penyakit. Kejadian demam berdarah, malaria, diare, gizi buruk, hingga penyakit global macam flu burung pernah menjadi catatan buruk di Indonesia. (IJL)
Sumber
Previous
Next Post »
0 Komentar