5 Mitigasi Bencana Alam

21.52


http://act.id/data/whatshappens/pelatihanmitigasipadang_557.jpg
Bencana, kini tak lagi dianggap sebagai kejadian luar biasa, walaupun risiko dan dampaknya memang masif, namun bencana kini sudah menjadi bahan perbincangan dalam rutinitas masyarakat sehari-hari.
Kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana emang unik untuk dijelaskan. Bencana sudah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat kekinian, namun masih saja ada kepanikan yang muncul ketika bencana tiba-tiba datang. Apa yang selama salah diterapkan? Strategi apa yang masih kurang diaplikasikan? Beragam teori nyatanya telah berserak menunggu untuk diaplikasikan secara nyata ke dalam tindakan mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Salah satu yang cukup populer dan jamak diterapkan pada sebagian besar pemangku kepentingan dalam urusan bencana adalah strategi Total Disaster Risk Management. Berikut penjelasannya:
1.       Establishment of coordination mechanism and legal framework for disaster reduction. Adalah strategi pertama yang berwujud pada tindakan membentuk mekanisme koordinasi dan kerangka legal bagi pengurangan risiko maupun mitigasi bencana. Mekanisme terstruktur dan kerangka legal amat penting untuk ditegaskan sebagai pelindung dan penjelas alur kerja bagi segenap pemangku kepentingan dalam urusan bencana alam.
2.       Integration of disaster reduction concept into development planning.  
Mengintegrasikan konsep pengurang risiko dan mitigasu bencana pada seganap aturan dan rencana pengembangan wilayah dan pengembangan sumber daya. Strategi kedua ini menyasar pada proses integrasi bertahap konsep reduksi risiko bencana pada bermacam rencana pembangunan dan pengembangan. Cara konkretnya adalah dengan mengaplikasikan teknologi dan konsep reduksi bencana pada rencana kerja pembangunan.
3.       Improvement of sharing and management. 
Strategi berikutnya adalah meningkatkan alur dan cara efektif untuk berbagi informasi seputar kebencanaan. Dunia yang makin global dan terhubung harusnya dapat menjadi alat utama bagi persebaran informasi kebencanaan. Integrasi bermacam saluran, beragam pesan, jutaan interkoneksi di seluruh dunia untuk menegaskan pengurangan risiko bencana.
4.       Development of multi-stakeholder and citizen partnership. 
 Strategi terakhir yang dapat diaplikasikan adalah mengintegrasikan hubungan relasi antar multi-stakeholder, dan melibatkan peranan nyata masyarakat yang tinggal diwilayah rentan bencana. Koordinasi dan hubungan relasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama mengurangi risiko sebelum bencana terjadi. Koordinasi yang terjalin apik pun akan membagi rata beban respons, rehabilitasi dan rekonstruksi ketika darurat bencana melanda.
5.       Promotion of Education and Public Awareness.  
Bentuk strategi selanjutnya adalah meningkatkan kesadaran publik akan dampak dan risiko bencana alam. Saluran pendidikan kebencanaan pertama dan utama ada di bangku sekolah, membawa isu risiko bencana pada tiap diskusi dan forum warga. Edukasi dan peningkatan kesadaran tanpa henti akan membawa dampak kemandirian publik atas potensi kebancanaan yang membayang di wilayahnya. Kemandirian mutlak diperlukan karena pengurangan risiko bencana adalah tanggung jawab bersama, tak bisa hanya memangku kewenangan pada pemerintah atau lembaga kebencanaan terkait.
Sumber 
Previous
Next Post »
0 Komentar