Kebakaran Hutan Mengancam Riau Sampai September 2016

00.51
asap kebakaran hutaqn Riau
Kenyataannya keadaan ini sedang betul-betul berjalan di Indonesia. Dikala hujan deras & banjir tetap mengintimidasi Jawa & sekitarnya, justru kasus kebakaran hutan dikarenakan suhu panas & kering sedang semakin merebak di Propinsi Riau.
Cocok bersama prediksi dari Tubuh Meteorologi, Klimatologi & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika), kasus kebakaran hutan di Riau sepertinya benar-benar bakal terulang kembali seperti tragedi thn 2015 silam. Bahkan, mengutip dari Antara, Komandan Korem 031/Wirabima menyampaikan ada bisa saja kebakaran hutan & lahan di Propinsi Riau bakal kembali terulang sejak Bln Maret s/d September 2016.
Prediksi ini dikeluarkan bukan tidak dengan argumen, karena Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika memang lah telah launcing perkiraan awal periode kemarau bakal bergerak lebih awal bagi Propinsi Riau. Dikala periode hujan tetap mengguyur Jawa & sebelah Barat Sumatara, justru pesisir timur Sumatera bakal merasakan lebih lalu periode kemarau.
Tapi begitu, ada faktor unik dari masa periode kemarau di Riau, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika, Propinsi Riau dapat mengalami 2 kali momen periode hujan. Rinciannya sbg berikut, sejak awal Januari hingga pertengahan Maret Riau tetap mengalami masa hujan. setelah itu mulai sejak tanggal 1-10 Aoril Riau bakal mengalami masa kemarau. Dulu 11-31 April Riau bakal mengalami kembali periode hujan. dulu beranjut dari Mei hingga September Riau bakal mengalami periode kemarau panjang yg dapat diikuti oleh kemarau pun di daerah yang lain di Indonesia.
Artinya, potensi kebakaran hutan di Riau mengintimidasi dapat berlangsung s/d September 2016. Lantaran, cuaca yg kering di masa kemarau bakal teramat rawan bagi lahan gambut. Sedikit saja api terpercik di atas lahan gambut yg kering dapat memicu kembali tragedi kebakaran hutan.
Pergi dari fakta bahwa Riau tetap terus berada dalam bayang-bayang kebakaran hutan, Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Nurendi di Posko Satgas Karlahut, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru menegaskan buat seluruhnya penduduk Riau tidak selain utk mencegah kejadian kebakaran hutan & lahan. Trik paling efektif merupakan sebisa bisa jadi menghindari teknik membakar lahan & hutan utk mengakses lahan perkebunan sawit.
Bahkan pemerintah Propinsi Riau dapat berinisiatif mencegah kebakaran hutan dgn trik menciptakan selebaran maupun famplet yg berisi larangan pembakaran lahan.
Tidak Hanya itu, Danrem serta memerintahkan supaya kanal maupun embung air yg telah ada di lahan-lahan gambut yg rentan terbakar buat tetap dilakukan pengecekan dengan cara berkala. Maka tak berlangsung penyumbatan atau pendangkalan.
sumber
Previous
Next Post »
0 Komentar