Ini Lokasi Rawan Longsor di Merapi dan Merbabu selama Musim Hujan

00.42
Peringatan waspada longsor disekitar lereng Gunung Merapi & Merbabu ini dikhususkan utk ribuan masyarakat yg tinggal disekitar lereng. Elevasi kemiringan tanah yg pass tinggi di kawasan lereng Merapi & Merbabu makin menambah risiko tanah longsor di kawasan ini. Terlebih tingginya curah hujan sebabkan tanah di lereng gunung menjadi tidak stabil & basah.
Sampai tulisan ini diturunkan, demi mengingatkan penduduk di lebih kurang lereng Merapi & Merbabu, BPBD telah menyebarkan surat imbauan peningkatan kewaspadaan ke jumlahnya kecamatan. Dalam surat itu, dikabarkan bahwa sewaktu puncak periode hujan Pebruari 2016 ini ribuan warga di lereng Merapi & Merabu mesti mendalami risiko bencana tanah longsor, banjir & puting beliung yg berpotensi kapanpun berjalan.
Lantas, area desa mana saja di kawasan lereng Merapi & lereng Merbabu yg berpotensi tinggi rawan tanah longsor?
Catatan yg dilansir BPBD jateng menunjukkan, sediktinya ada 6 Kecamatan di Kab Boyolali yg rawan longsor. Empat kecamatan berada di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, & dua kecamatan ada di kawasan Boyolali Utara.
Empat Kecamatan di lereng Gunung Merapi & Merbabu yg rawan tanah longsor antara lain Selo, Cepogo, Musuk & Ampel, sedangkan dua lainya di Boyolali sektor utara, yaitu Klego pula Kemusu.
Buat dipahami, struktur bentukan tanah di Gunung Merapi & Gunung Merbabu terdiri dari tanah berpasir & gembur, tidak sama dgn keadaan tanah di dataran rendah yg komposisinya padat. Tanah pasir & gembur Merapi & Merbabu ini menjadi argumen kuat kenapa risiko longsor dikhawatirkan enteng berjalan bila lereng Merapi & Merbabu diguyur hujan deras.
Peningkatan intensitas turunnya hujan dgn cuaca tidak baik menandai puncak periode hujan Indonesia antara Januari hingga Pebruari 2016. Menyaksikan tren hujan yg makin deras bersama intensitas yg semakin jelek telah mestinya menjadi peringatan bagi seluruhnya warga. Meski wilayah di dekatnya jarang berlangsung banjir dikarenakan hujan deras, bukan berarti puncak periode hujan ini dapat diabaikan. Dikarenakan tetap ada bisa jadi bencana tanah longsor & angin puting beliung yg sanggup datang kapan saja.
Seperti yg saat ini mesti diwaspadai oleh warga lebih kurang lereng Gunung Merapi & Merbabu, di Kab Boyolali, jateng. Mengutip pemberitaan Antara, potensi tanah longsor di Merbabu & Merapi meningkat drastis tatkala puncak periode hujan ini. Imbauan ini dirilis dengan cara husus oleh Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jateng.
Peringatan waspada longsor disekitar lereng Gunung Merapi & Merbabu ini dikhususkan utk ribuan masyarakat yg tinggal disekitar lereng. Elevasi kemiringan tanah yg pass tinggi di kawasan lereng Merapi & Merbabu makin menambah risiko tanah longsor di kawasan ini. Terlebih tingginya curah hujan sebabkan tanah di lereng gunung menjadi tidak stabil & basah.
Sampai tulisan ini diturunkan, demi mengingatkan penduduk di lebih kurang lereng Merapi & Merbabu, BPBD telah menyebarkan surat imbauan peningkatan kewaspadaan ke jumlahnya kecamatan. Dalam surat itu, dikabarkan bahwa sewaktu puncak periode hujan Pebruari 2016 ini ribuan warga di lereng Merapi & Merabu mesti mendalami risiko bencana tanah longsor, banjir & puting beliung yg berpotensi kapanpun berjalan.
Lantas, area desa mana saja di kawasan lereng Merapi & lereng Merbabu yg berpotensi tinggi rawan tanah longsor?
Catatan yg dilansir BPBD jateng menunjukkan, sediktinya ada 6 Kecamatan di Kab Boyolali yg rawan longsor. Empat kecamatan berada di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, & dua kecamatan ada di kawasan Boyolali Utara. Empat Kecamatan di lereng Gunung Merapi & Merbabu yg rawan tanah longsor antara lain Selo, Cepogo, Musuk & Ampel, sedangkan dua lainya di Boyolali sektor utara, yaitu Klego pula Kemusu.
Previous
Next Post »
0 Komentar